• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Periksa Tersangka Kasus Dugaan Suap Terpidana En Maulani Saragih

11 September
10:52 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sekaligus memeriksa tersangka Samin Tan. Samin Tan diketahui merupakan pemilik perusahaan PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta mengatakan Samin Tan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pemberian suap atau penyuapan.

Kasus duaan suap itu sebelumnya diketahui melibatkan Eni Maulani Saragih, mantan Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Eni kini sedang menjalani masa hukuman penjara sebagai terpidana kasus peneriman suap.

“SMT (Samin Tan) akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus ini,” kata Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Samin Tan sebelumnya diketahui diduga memberikan sejumlah uang kepada Eni, pemberian itu terkait masalah yang dialami perusahaan Samin, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT).

PT AKT sebelumnya telah terikat perjanjian kontrak karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi 3 di Privinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) antara PT AKT dengan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Perjanjian PKP2B PT AKT itu kemudian dihentikan oleh Kementerian ESDM. Pemghentian  itu secara sepihak itu dilakukan karena PT AKT dianggap telah melakukan pelanggaran kontrak berat.

Atas penghentian itu kemudian  terjadi proses hukum hingga pafa tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang hasilnya menyatakan keputusan Menteri ESDM soal penghentian PKP2B PT AKT tetap berlaku.

Saat itu Eni menjanjikan bisa membantu Samin Tan dalam urusan dengan keputusan terminasi oleh Kementerian ESDM. Akhirnya Samin Tan kemudian memberikan uang Rp 5 miliar dan diserahkan agar Eni membantu mengurus hal tersebut.

Namun dalam perkembangannya, pemerintah akhirnya dinyatakan menang dalam kasus gugatan itu hingga putusan terminasi terhadap kerja sama dengan PT AKT berkekuatan hukum tetap lewat putusan kasasi di Mahkamah Agung.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00