• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Geliat Penetrasi Produk Agro Indonesia di Mesir

10 September
21:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kairo : Mesir merupakan pasar potensial untuk produk Trade, Tourism and Investment (TTI)  Indonesia. Sebagai pasar domestik yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 100 juta jiwa atau ketiga terbesar di Afrika setelah Nigeria dan Ethiopia, Mesir merupakan pintu masuk bagi penyebaran produk-produk Indonesia di pasar Afrika, Eropa dan Timur Tengah melalui jalur Terusan Suez.

Dalam laporan yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diunduh dari data Kemendag RI, total perdagangan Indonesia-Mesir pada Januari – Juni 2019, tercatat lebih dari USD 596 juta atau naik 1,04% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 590 juta, dan perolehan ekspor Indonesia ke Mesir senilai lebih dari USD 514 juta.

Guna meningkatkan peluang kerja sama TTI Indonesia-Mesir, pada 9 September 2019, KBRI Cairo menyelenggarakan kegiatan AgriExpo Indonesia di Cairo. Kegiatan dimaksud dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha Indonesia di sektor sawit, kopi, buah-buahan tropis, kakao, batok arang kelapa, kelor, dan rempah-rempah yang kesemuanya mewakili sembilan perusahaan di Indonesia.

Kegiatan AgriExpo Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral Indonesia-Mesir utamanya di bidang TTI; mempromosikan produk-produk unggulan agro Indonesia di pasar Mesir;memberikan gambaran terkait potensi dan peluang produk agro dari Indonesia; dan sebagai langkah awal menjaring buyer potensial dalam rangka Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

"Kami memimpin sejumlah pelaku usaha agro dalam delegasi Indonesia ke Mesir. Mereka mewakili sembilan perusahaan dan satu dewan sawit yang kesemuanya dapat hadir berkat koordinasi yang baik antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan, dengan KBRI Cairo, untuk melakukan penjajakan bisnis dan penetrasi pasar ke Mesir", ujar Rossy Verona, Sekretaris Ditjen Aspasaf, Kemlu.

Sehari sebelumnya (8 September 2019) juga telah dilakukan pertemuan antara Delegasi Indonesia dimaksud dengan sejumlah diaspora Indonesia yang terdiri dari unsur KBRI Cairo, Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, utusan kekeluargaan/paguyuban, Persatuan Pelajar & Mahasiswi Indonesia (WIHDAH), Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dan para pemilik warung/resto Indonesia di Mesir, bertempat di Balai Budaya, KBRI Cairo. 

"Dengan keberadaan pelajar, warga, dan pelaku usaha muda Indonesia di Mesir, dapat menjadi kepanjangan tangan dari para pelaku usaha di Indonesia, sehingga membantu upaya peningkatan promosi dan penetrasi pasar produk Indonesia ke Mesir", demikian Dubes LBBP RI Cairo, Helmy Fauzy dalam kata sambutannya, seperti rilis yang diterima RRI, Selasa (10/9/2019).

Pada pertemuan tersebut, paparan terkait peluang dan tantangan memasuki pasar Mesir disampaikan oleh narasumber Gunawan Hariyanto, Regional Director Indomie Mesir. Beliau menyampaikan bahwa Mesir merupakan negara yang cantik untuk berbisnis, kondisi perekonomiannya relatif baik, dan potensi sumber dayanya cukup menjanjikan. Produk Agro Indonesia merupakan pasar yang besar di Mesir, potensinya dapat mencapai jutaan US dolar. Kopi dari Indonesia menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar di Mesir. Bahkan sawit merupakan komoditas ekspor nomor satu Indonesia ke Mesir dengan capaian lebih dari 600 juta US dolar tahun 2018 silam.

Di sisi lain keberadaan warga masyarakat Indonesia di Mesir juga cukup besar yang mencapai hingga sembilan ribu penduduk, dimana tujuh ribu diantaranya adalah pelajar Indonesia. Potensi ini perlu ditangkap guna lebih mempromosikan dan mengembangkan pasar berbagai ragam produk Indonesia di Mesir.

"Himpunan pengusaha muda Indonesia Mesir perlu diinisiasi bersama dengan para pelaku eksportir kita khususnya yang tengah hadir saat ini dari Indonesia. Duta-duta produk Indonesia ini diharapkan dapat mendukung upaya percepatan penetrasi pasar produk-produk Indonesia di Mesir, khususnya produk agro, one man one product”, ujar Irman Adi Purwanto Moefthi, Atase Perdagangan KBRI Cairo.

Kegiatan AgriExpo yang berlangsung selama sehari ini berpotensi menghasilkan transaksi senilai kurang lebih US 5 juta dolar. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kunjungan ke beberapa pelaku usaha Mesir, seperti jaringan ritel Lulu Hypermarket, Ragab Sons, pabrik kopi Giza Food, dan pabrik pengolahan sawit Oleo Misr. (Rel)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00