• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Dugaan Korupsi Samsat Haltim Terus Berlanjut

10 September
18:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ternate: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) melalui tim penyelidik tindak pidana khusus (Pidsus) hingga saat ini terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pajak kendaraan tahun di Unit Pelaksaanaan Tehnis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). 

Bahkan, penaganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di UPTB Samsat Haltim tahun 2017 tersebut, sejumlah saksi mulai di panggil tim penyelidik untuk dilakukan pemeriksaan atas dugaan kasus yang diduga merugikan keuangan negara sesuai dengan hasil audit penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Malut.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut Yudhi Sutoto melalui Kasi Penkum 

Apris Risman Ligua saat dikonfirmasi RRI, Selasa (10/9/2019) mengatakan, sejauh ini sudah enam saksi yang dimintai keterangan. 

Pada Senin (9/9) kemarin tiga saksi dari  tiga diler motor yang berbeda-beda di Ternate juga dimintai keteranga, namun hanya satu pimpinan pihak dilear yang datang untuk dimintai keterangan.  

Apris mengaku, pemeriksaan terhadap saksi pada salah satu diler tersebut dilakukan hampir 5 jam dari pukul 10 : 00 Wit hingga 14 : 00 Wit dan penanganan kasus ini  bakal mengkrucut jika semua saksi sudah diperiksa namun sejauh ini baru enam saksi yang dimintai keterangan.  

Apris menegaskan, kasus masih dalam proses penyilidikan  dalam rangkah mengungkap tindak pidana beserta tersangkanya.

“Jika sudah naik penyedikan karena tindak pindana disertai alat bukti cukup kuat ditemukan”  tanda Apris seraya menambhak untuk UPTB Samast Pulau Morotai semnatar tinggal perhitungan kerugian Negara.

Sesuai diketahui, kasus ini terkuak atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Maluku Utara tahun 2017, UPTB Samsat Haltim tidak menyetorkan sejumlah pajak kendaraan ke kas daerah (Kasda).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00