• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Kabuyutan Gegerkalong Bandung, Gelar Perayaan Asyura

10 September
12:36 2019
2 Votes (5)

KBRN, Bandung : Suara petikan kecapi yang diiringi tiupan suling, mengalun merdu, membawakan tembang-tembang Sunda. Tampak, puluhan pria berpakaian adat khas Sunda lengkap dengan ikat kepala dan berbagai macan aksesorisnya dengan khusuk bersimpuh di dalam Masjid Nurul Huda Gegerkalong Girang Kota Bandung Senin, (9/9/2019) malam.

Mereka adalah warga Kabuyutan Gegerkalong Kota Bandung, yang tengah melakukan perayaan Asyura.

Kecintaan urang Sunda pada  Nabi Muhammad SAW menyatu dalam tradisi lokal rakyat Sunda. Dalam perayaan Asyura yang digelar di Masjid Nurul Huda oleh Kabuyutan Gegerkalong, nuansa lokal ini kental terasa dalam mengungkapkan rasa cinta pada Nabi Muhammad SAW.

Jamaah yang hadir, terlihat khusyuk mendengarkan wejangan karuhun Kabuyutan Gegerkalong, Abah Yusuf Bahtiar.

Berbagai penganan khas Sunda pun disajikan, termasuk juga dawegan (kelapa muda) yang  merupakan tradisi khas Kabuyutan Sunda dan tak ketinggalan bubur merah bubur putih yang melambangkan ke-Indoenesia.

"Peringatan Asyura ini merupakan peringatan syahidnya cucu Rasulullah, Imam Husein. Jamaah yang hadir  dari seluruh Indonesia bahkan dihadiri juga tokoh-tokoh lintas agama seperti Hindu, Budha, Kristen dan Penghayat," kata Karuhun (sesepuh) Kabuyutan Gegerkalong Abah Yusuf Bahtiar.

Menurut Abah Yusuf, tradisi perayaan Asyura atau Syuraan merupakan budaya Sajaja Padjajaran dan sudah ada jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.

Peringatan Asyura 10 Muharam, ini kata Abah Yusuf, bertujuan untuk memperingati kebangkitan nilai-nilai perjuangan, kepahlawanan, dan pengorbanan Imam Husein.

Selain itu, menurut dia, perayaan Asyura selalu memiliki semangat untuk mendukung empat pilar kebangsaan dan menjunjung tinggi kebinekaan.

"Disini kita benar-benar mejunjung tinggi kebinekaan, toleransi beragama dan tetap berpegang teguh pada Pancasila," tutur Abah Yusuf.

Hari Asyura bagi kaum Syiah merupakan sebuah hari ketika salah satu imam suci mereka, Al-Husein, wafat dalam pembantaian yang dilakukan Yazid di padang bernama Karbala, Irak, pada 680 Masehi.

Acara ini dimulai pada pukul 20.00 hingga 22.00 dengan agenda salawat, pembacaan riwayat Imam Husain serta wejangan Karuhun Kabuyutan Gegerkalong dan diakhir dengan makan bersama.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00