• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Mitigasi Bencana

BPBD Bangkalan Uji Coba Early Warning System Banjir Arosbaya

10 September
12:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bangkalan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, melakukan uji coba Early Warning System banjir Arosbaya, yaitu alat canggih peringatan dini pendeteksi banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris mengatakan, Early Warning System merupakan alat peringatan dini untuk mendeteksi banjir yang di pasang di Kecamatan Arosbaya yang setiap musim penghujan sering terdampak banjir.

“Alat ini merupakan bantuan dari BNPB Pusat yang kami pasang dan uji coba di bawah jemabatan sungai Arosbaya untuk mendeteksi ketingian air, jadi ketika air naik dalam status siaga alat ini akan merekam ketinggian air,” ungkapnya. Selasa (10/9/2019).

Rizal menjelaskan, jika air semakin tinggi yang menyebabkan banjir ke pemukiman warga maka di status siaga sampai status awas ketinggian air alat tersebut mengirimkan sinyal ke alat yang di pasang dibalai desa.

“Jadi jika sinyal sudah di tangkap di alat yang di pasang dibalai desa akan memberikan informasi ke masyarakat berupa alat pengeras suara dan sirine, masyarakat bisa paham ketinggian air bisa di antisipasi dan ketika masyarakat sudah membutuhkan evakusi alat itu juga akan memberikan peringatan evakuasi,” ujarnya.

Rizal menambahkan, untuk pengoperasikan alat tersebut pihaknya melatih warga setempat yang terdampak banjir sebagai satuan tugas (Satgas) siaga banjir sebanyak 21 orang yang di bagi beberapa tugas susai SOP dari BNPB dan Early Warning System sudah di lakukan uji coba dengan di saksikan perangkat Desa dan masyarakat setempat dan Muspika.

“Ketika banjir datang masyarakat terdampak bisa melakukan langkah-langkah antisipasi yang di koordinir Camat setempat dan Muspika, sebelum bantuan dari kabupaten datang masyarakat terdampak bisa mengevakuasi diri mereka sendiri untuk menghindari dampak banjir yang lebih luas,” pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00