• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Tak Menyangka, Berawal Dari Menulis Karya Remaja Bangka Ini Muncul di Buku RE

10 September
10:03 2019
3 Votes (4.7)

KBRN, Sungailiat : Karya sastra puisi tak bisa lepas dari kecintaan sosok wanita yang satu ini, dia adalah Andi Rika Fardaliana, yang kerap dipanggil teman-teman kuliahnya dengan sebutan li.

Oli merupakan Mahasiswa semester tiga jurusan Ilmu Komunikasi (IKOM)  Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat Bangka.

Berawal dari kecintaannya terhadap dunia sastra, kemudian menyalurkam hobinya tersebut dengan goresan pena di atas kertas, oli tak menyangka puisi yang ia buat dengan judul Hujan Pagi bisa ada di buku RE, yang sudah terkenal di seantero negri.

Aaeref menjadi nama pena Oli yang diambil dari awal huruf namanya. Oli mengatakan Awal mula dirinya menulis puisi karena suka membaca puisi di Instagram dan Twitter.

“Awalnya aku suka membaca puisi dari kutipan orang yang ada di Instagram dan Twitter, kemudian berfikir kenapa aku gak nulis aja, biar lebih mewakili perasaan sendiri," ujarnya, Selasa (10/9/2019).

Olie menuturkan, setelah terpikir ingin menulis, akhirnya ia mencoba menulis di twitter, dan tak lama ada yang men Direct Message (DM) mengajaknya untuk bergabung di grup Ayo Menulis Indonesia puisi," tuturnya.

"Di DM itu dia mengatakan kepada saya bahwa penulis yang baik berawal dari pembaca yang baik, dan akhirnya aku bergabung ke group ayo menulis indonesia puisi tersebut," kata Oli yang juga selaku Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIPOL Pahlawan 12 Sungailat Bangka devisi perempuan.

Diakui dirinya, setelah mengirim beberapa karya tulis, akhirnya ada beberapa karyanya yang lolos meskipun hanya segelintir masuk ke dalam buku antologi puisi.

"Meskipun sedikit yang lolos, saya tetap bersyukur karena membuat saya harus lebih banyak belajar untuk menulis lagi," imbuhnya.

Akhirnya usahanya pun tak sia-sia, Puisi berjudul Hujan Pagi karya penanya yang bernama Aaeref bisa muncul di halaman 125-126 buku RE, yang menceritakan penulis sedang bersantai di ayunan sambil menatapi langit dan pohon.

“Puisi Hujan pagi itu saya tulis pada saat sedang bersantai bermain Handpone diperayunan sambil menatap langit dan pohon-pohon, tiba tiba hujan, dan entah kenapa saya enggan untuk bangkit malah asyik menikmati, bagaimana proses air hujan itu turun, serta bagaimana semesta menerima hujan itu sendiri," terangnya.

Menurut Oli, dirinya merupakan orang yang sangat suka sekali menulis akan tetapi membutuhkan waktu yang lama bagi dirinya untuk bisa menggoreskan pena merangkai kata.

"mungkin malas atau belum ada ide, tapi pas semangat semangatnya nulis pengen nulis terus, padahal sebenarnya menulis itu tidak harus nunggu mood yang baik, kadang mood yang tidak baik untuk menulis membuat kita menemukan ide-ide yang baru juga," ucapnya.

Lebih jauh Oli menceritakan, bahwa dirinya tertarik dengan dunia literasi karena tidak pernah menyerah pada diri sendiri. Menurutnya menjadi penulis tidak harus muluk-muluk berpenampilan menarik, namun dengan berpenampilan apa adanya sudah bisa membuat kita disukai banyak orang.

"Imam Al Ghazali pernah berkata (Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis)," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00