• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Haji 2019

Pulang Terakhir, Jemaah Haji Sakit akan Ditangani Staf Teknis Haji di Jeddah

10 September
09:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madinah : Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyerahkan penanganan jemaah haji yang masih dirawat di RS Arab Saudi kepada staf teknis haji di Jeddah, setelah operasional haji Daerah Kerja (Daker) Madinah berakhir pada pekan depan.

Kepala PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Akhmad Jauhari mengatakan, setelah seluruh jemaah haji kembali ke tanah air dan masa operasional Daker Madinah berakhir pada 16 September mendatang, PPIH Arab Saudi menyerahkan penanganan jemaah haji yang masih dirawat di RS Arab Saudi kepada perwakilan Indonesia yang ada di Jeddah, yakni staf teknis haji.

“Jadi nanti kita akan memberikan data-data berapa jemaah yang masih dirawat di RS Arab Saudi beserta kondisinya, baik itu yang ada di Madinah, Makkah maupun di Jeddah,” kataAkhmad Jauhari, di Kantor Urusan Haji Indonesia Madinah, Selasa (10/9/2019).

Jauhari menjelaskan, staf teknis haji merupakan pegawai kementerian agama yang diperbantukan kepada perwakilan di Kantor Teknis Urusan Haji (TUH) di Jeddah untuk melaksanakan fungsi penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Staf teknis haji terdiri dari 4 orang PNS Kemenag, dibantu beberapa staf lain.

Dikatakan Jauhari, setelah operasional haji selesai nantinya, para staf teknis tersebut yang akan mengurusi hal-hal terkait jemaah haji di Arab Saudi. Menurutnya, dari Kota Madinah, Makkah dan Jeddah, akan dilakukan monitoring secara berkala untuk mengetahui kondisi jemaah haji di RS Arab Saudi.

"Bila dari jemaah haji yang masih dalam perawatan tersebut ada yang sudah layak untuk diterbangkan kembali ke tanah air, maka staf teknis haji akan melakukan koordinasi dengan pihak maskapai," ungkapnya.

Koordinasi itu untuk memastikan kondisi jemaah yang sudah layak terbang. Kemudian memastikan kondisi jemaah apakah dalam penerbangan bisa duduk atau berbaring.

"Setelah kita mengetahui kondisi jemaah itu, selanjutnya staf teknis haji akan melakukan proses pemesanan tiketnya karena ada perlakuan yang berbeda antara jemaah yang berbaring dan duduk,’’ kata Akhmad Jauhari.

Dia menyebutkan, bahwa jemaah haji yang berbaring, proses kepulangannya dengan stretcher case yang memakan tempat sekitar 6 seat. Karena tempat yang dibutuhkan untuk evakuasi jemaah sakit berbaring itu lebih banyak sehingga butuh waktu untuk koordinasi kepulangan jemaah haji tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00