• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Harga Tomat di Lembang Anjlok Hingga Petani Merugi

9 September
21:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Petani menjerit, harga tomat di sentra produksi pertanian di Lembang, Kabupaten Bandung Barat anjlok hingga Rp.500,-perkilogram. Tidak hanya tomat, harga sejumlah komoditi sayuran lainnya juga turun akibat pengaruh musim kemarau.

"Penurunan harga tomat ini paling drastis, karena  biasanya dijual Rp.5.000,- perkilogram sekarang hanya Rp.500,- sehingga akhirnya tomat dibiarkan mengering dan membusuk di pohonnya, ga dipanen,"  ungkap Tihar (42), salah seorang petani di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, merosotnya harga berbagai komoditi sayuran terutama tomat diakibatkan melimpahnya suplai ke pasar dari berbagai daerah di Indonesia. "Kemungkinan di semua daerah sedang masa panen, sehingga stoknya banyak," imbuhnya.

Agar tidak  mubazir kata Tihar,  tomat-tomat itu dibagikan kepada masyarakat secara cuma-cuma alias gratis. 

"Biaya panen tak sebanding dengan harga tomat yang tidak stabil, sehingga  nombok. Makanya, daripada mubazir mending dikasihkan ke tetangga," terangnya.

Saat ini, harga sejumlah komoditas pertanian turun seperti kembang kol dijual Rp.1.000,- dari biasanya Rp.5.000,-perkilogram. Sawi Rp.1.000 dari Rp.4.000,- perkilogram, lalu Lettuce Rp.4.000 dari semula Rp.12.000,- perkilogram serta Kol Rp2.000,- perkilogram.

Meski demikian, tidak semua komoditi sayuran anjlok. Seperti cabe rawit yang kini berada diharga Rp. 60.000,-perkilogram dan cabe keriting yang tetap berada diharga Rp. 50.000 perkilogram.

"Cuma dua komoditas cabe  itu saja yang harganya bagus, yang lainnya anjlok," tuturnya.

Dengan kondisi tersebur, para petani kini harus menanggung kerugian sampai puluhan juta rupiah. Apalagi, mereka dilanda kesulitan sumber air untuk pertanian akibat persediaan air yang menurun. 

"Mesti keluar biaya dari awal tanam belum termasuk untuk ongkos buruh. Kalau kerugian materi pasti ada," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00