• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Tiga Monyet Kostum 'Biker' di CFD, 'Planet of The Apes' Seolah Nyata

8 September
18:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Film box office 'Planet of The Apes' seolah menjadi nyata di Tugu Selamat Datang saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) yang berlangsung di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2019).

Seorang pria membawa sepeda motor dengan kostum 'biker' lengkap, membawa tiga ekor hewan primata monyet, yang juga mengenakan busana keren ala 'biker'.  Ketiga hewan primata tersebut tampak mengenakan helmet, jaket, celana, sepatu boot, hingga rantai yang menggantung di ikat pinggang celananya.

Agak menakutkan memang, karena ingatan langsung menerawang pada film 'Planet of The Apes' dimana sepasukan primata monyet berperang dengan manusia. Tapi ketakutan itu menbdadak sirna kala menyaksikan betapa jinak tiga hewan itu. Terutama salah satu yang berukuran kecil, terus menggelayut manja di pelukan pemiliknya.

Tapi yang dua lagi? kenapa masih menyeramkan ya? Mungkin karena mengenakan helmet.

Pemiliknya mengakui, ia sengaja membawa tiga primata monyet miliknya tersebut dan dirinya pula yang punya ide mengenakan kostum ala 'biker' kepada ketiganya.

"Selain sebagai teman berkendara, ini juga untuk mengedukasi warga tentang hewan primata," sebut sang pemilik.

Sekedar menyegarkan ingatan, kejadian seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya, bukan berbusana ala 'biker' tapi warga yang beraktivitas di area CFD kawasan Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pernah dikejutkan oleh kehadiran dua primata monyet jenis makaka, masing-masing bernama Cio (4) dan Jun (1), yang didandani kostum 'rocker' oleh pemiliknya, Aro, pada Minggu, 3 April 2016 silam.

Cio dan Jun mengenakan helm, jaket jins, sepatu rocker yang dimodifikasi, dan tak lupa popok. Aro, pemilik Cio dan Jun, membawa mereka dengan tali dan selang di bagian leher mereka. Cio terlihat lebih hiperaktif dibanding Jun yang terus mengemut dotnya. 

Aro mengatakan, monyet-monyetnya tidak dimanfaatkan untuk mencari uang seperti topeng monyet. Ia sudah menganggap Jun dan Cio sebagai teman. 

"Dari tahun 1980-an, saya pelajari dunia monyet, yang termasuk binatang kuat. Jika tidak dijaga, ya akan lepas mengejar orang. Jadi saya ikat pakai selang karena kalau pakai rantai bisa iritasi," kata Aro, seperti dilansir kompas, Minggu (3/4/2016).

Sehari-harinya, Cio dan Jun makan layaknya seorang manusia. Mereka makan tiga kali sehari dengan menu roti dan susu. 

"Mereka juga mau kalau dikasih permen Tolak Angin Herbal, buat jaga kondisi tubuh," kata Aro. 

Selain diberi makan, Cio dan Jun rutin dibersihkan. Aro merawat monyet yang dipeliharanya sejak 2007 itu dengan baik. Dia tidak mengeluarkan biaya besar untuk merawat mereka. Saat memandikan kedua monyet itu, Aro menggunakan shampo dan pembersih piring. Kedua monyet juga dilatih menggosok gigi dengan odol layaknya manusia. 

"Cukup pakai air keran, kemudian mandi, gosok gigi, pakai pampers, dan pakai baju. Saya panggil mereka monkey style fashion. Mereka juga ngerti kalau diperintah pakai bahasa Inggris," imbuhnya. 

Untuk menjaga kesehatan dan antisipasi rabies, dia kerap memvaksin kedua monyetnya setahun sekali. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00