• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Soundrenaline 2019, Seringai Gandeng Marching Band Unud

7 September
22:23 2019
1 Votes (5)

KBRN, Ungasan : Puluhan musisi tampil dalam Soundrenaline ke-17 yang berlangsung dua hari (7 & 8 September 2019) di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali. Nama besar seperti Suede, Primal Scream, Jamrud, Glenn Fredly, Tulus, Padi Reborn, Navicula, The Hydrant, Parau, The Dissland, dan Bali Project dipastikan menghentak panggung Soundrenaline 2019 yang mengusung tema "The Spirit of All Time".

Selain musisi, seniman berbakat asal pulau Dewata I Made Aswino Aji, Agus Mediana, I Putu Edi Kharisma serta Silakarang Art Crew ikut menghadirkan karya yang memberi warna berbeda. 

Panitia menyediakan setidaknya empat panggung pada Soundrenaline ke-17. Keempat panggung itu meliputi A Stage, Celebration Stage, Creators Stage, dan All Time Stage. 

Pemandangan langka tampak di arena Soundrenaline ketika penampilan Seringai Band. Band metal dari Jakarta itu secara khusus menggandeng marching band Universitas Udayana (Unud) sebagai opening performance. 

Penampilan Arian13, Ricky Siahaan, Edy Khemod, Sammy Bramantyo, dan Toan bersama marching band Unud berhasil menjadi pembeda suasana di A Stage. Lagu-lagu hits band bentukan tahun 2002 itu terlantun dihadapan ribuan penonton yang memadati lokasi. 

Drummer Seringai Band, Edy Khemod mengaku sengaja menggandeng marching band Unud. Pihaknya dikatakan sejak awal berkeinginan berkolaborasi dengan elemen muda Pulau Dewata. 

"Terus akhirnya setelah mikir-mikir kita, sepertinya sama marching band. Satu art form yang sudah jarang disentuh sama anak sekarang. Terus saya pikir, lucu juga marching band ikut tampil dengan medley, potongan lagu-lagu kita," paparnya kepada wartawan di arena Soundrenaline 2019, Sabtu (7/9/2019). 

Edy Khemod menyampaikan, telah menghubungi pihak marching band Unud sebulan sebelum gelaran Soundrenaline. Sedangkan proses medley (kombinasi penggalan lagu) diracik sendiri oleh marching band Unud. Medley yang dibawakan disebut terdiri dari empat lagu Seringai Band dengan durasi kurang lebih 2 menit. 

"Tapi ketemu sama kitanya itu baru hari Kamis (5 September 2019). Untuk kolaborasi dengan marching ini memang baru pertama kali dalam sejarah perjalanan Seringai. Makanya sejak awal kita tidak terbayangkan seperti apa keseruan kolabs antara Seringai dengan marching band ini," ujarnya. 

"Tetapi setelah ketemu itu, kita punya bayangan, oh seperti ini jadinya. Keren lah, diluar bayangan kita hasil dan kreasinya. Secara teknis sulit kan marching band musiknya. Mencari soundnya, pitch nadanya terompet supaya benar, kayak gitu itu susah," pungkas Khemod. 




tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00