• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Hukum Adat Libur Melaut Setiap Jumat dan HUT Kemerdekaan RI

7 September
02:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Masyarakat Indonesia dikenal luas masih menjunjung tinggi adat istiadat dan norma-norma keagamaan pada setiap sendi kehidupan sehari-hari. Dari ujung barat sampai ke timur, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, memiliki adat istiadat dan norma-norma sosial maupun keagamaan masing-masing.

Salah satu contoh adalah Lhokseumawe, Provinsi Aceh, memiliki Hukum Adat Laut Aceh, yang mengatur tatanan hidup masyarakat nelayan di sana. Hukum Adat Laut Aceh tersebut berbentuk pantangan melaut atau mencari ikan pada hari-hari tertentu. Nelayan di area Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong, Lhokseumawe, Aceh menyebutnya sebagai Hari Pantangan Melaut.

Libur melaut bagi masyarakat nelayan Lhokseumawe jatuh pada Jumat, Idulfitri, Iduladha, Peringatan Tsunami 26 Desember, dan satu lagi yang terutama adalah mereka juga pantang melaut di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus setiap tahunnya.

Lalu apa sanksinya jika ada yang melanggar Hukum Adat Laut Aceh? 

Sanksi bagi setiap pelanggarnya adalah tidak dapat melaut selama 2 (dua) bulan dan membayar denda sebesar Rp10 juta. Hal ini diterapkan agar seluruh nelayan menghormati hukum adat libur melaut tersebut.

Seperti pantauan mata di lokasi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong, sejumlah kapal nelayan nampak tertambat di tepi pantai maupun dermaga kecil pendaratan ikan hasil tangkapan. Semua kapal berwarna-warni yang parkir teratur itu adalah wujud penghormatan mereka menghormati hari libur melaut pada Jumat (6/9/2019).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00