• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Bola

Aksi Yustinus Pae, Mutiara Hitam di Tubuh Garuda

6 September
02:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia antara Tim Nasional (Timnas) Indonesia melawan Timnas Malaysia Kamis, 5 September 2019, ada seorang pemain bertahan Indonesia yang bermain cukup baik, yakni Si 'Mutiara Hitam', Yustinus Pae.

Aksi pria yang karib disapa Tinus Pae dalam menjaga winger Malaysia Muhamad Nor Azam patut diacungi jempol. Tinus berjibaku tak kenal lelah menjaga setiap inchi daerah pertahanan Garuda tadi malam, Kamis (5/9/2019).

Yustinus Pae atau Tinus Pae, lahir 19 Juni 1983, dan di usianya yang menginjak 36 tahun, memang sudah tidak muda lagi, sehingga inilah kesempatan terakhirnya membela Timnas Garuda sebelum pensiun dari Persipura Jayapura.

Kebanggaannya membela Timnas Merah Putih sempat diutarakan Tinus saat kali pertama Pelatih Simon McMenemy memanggilnya untuk memperkuat tim guna laga uji coba Internasional menghadapi Myanmar pada 25 Maret 2019 lalu.

"Kesempatan kedua bisa berada di Timnas Indonesia tidak boleh disia-siakan. Persipura mendukung penuh saya ke Timnas Indonesia. Sudah ada izin khusus dari ketua umum Persipura," tegas Yustinus Pae seperti dilansir situs resmi Liga 1, Sabtu (2/3/2019).

Dengan pengalamannya yang cukup panjang, pemain berusia 36 tahun itu ingin memberikan yang terbaik bagi Indonesia di penghujung kariernya.

Yustinus Pae adalah 'Mutiara Hitam' istimewa dan juga pemain cerdas. Kenapa dikatakan demikian? Karena dirinya adalah tipe pemain serba bisa, yang merupakan role model pemain yang diinginkan pelatih-pelatih dunia sekarang, yakni bisa bermain di beberapa posisi. 

Yustinus Pae awalnya merupakan seorang striker. Namun seiring perjalanan kariernya, ia kini menempati posisi baru sebagai bek kanan yang juga bisa digeser menjadi bek tengah atau palang pintu di depan kiper (penjaga gawang).

Wah, sama seperti Lothar Matthaeus ya, pemain legendaris Timnas Jerman Barat sekaligus Timnas Jerman, yang sebelumnya sebagai playmaker sekaligus penyerang lubang di lapangan tengah, lalu di penghujung karier bersama Bayern Munchen ia diplot sebagai gelandang bertahan sampai bek tengah.

Indonesia memang kalah dari Malaysia 2-3 di Gelora Bung Karno tadi malam, tapi penampilan Yustinus Pae menjadi jawaban nyata dan tegas, bahwa takkan pernah habis talenta 'Mutiara Hitam' untuk Timnas Indonesia dari dulu hingga sekarang. Karena Papua adalah Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00