• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Menata Kampung Bengek Menjadi Heritage Port

6 September
00:00 2019
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Kampung Bengek tiba-tiba 'naik daun'.  PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menyatakan lahan yang ditempati warga Kampung Bengek rencananya akan masuk dalam penataan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Penataan sudah mulai dilakukan Pelindo II di kawasan yang saat ini sudah fungsional. Sementara, untuk kawasan yang ditempati warga Kampung Bengek di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara akan masuk dalam rencana penataan selanjutnya.

Elvyn G Masassya mengatakan "sebenarnya, tidak ada isu apa-apa. Karena di lahan kami di Pelabuhan Sunda Kelapa itu  sudah lama direncanakan menjadi heritage port, kita akan transformasi menjadi area tourism."

Usai menghadiri kegiatan generasi asik milenial jilid dua, yang dihadiri sedikitnya 600 milenial IPC Grup di Grand Mercure Kemayoran, Direktur Utama Pelindo II (IPC) ini  mengatakan, IPC Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa sudah rutin melakukan pendataan -terakhir pada Juli 2019- mencatat setidaknya ada 180 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Bengek.

Mereka  bermukim di Kampung Bengek yang berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II.Ratusan rumah yang ada di sana telah didirikan warga selama bertahun-tahun.

Mereka membuat sebuah celah kemudian mendirikan bangunan-bangunan dari kayu. Pemukiman ini lah yang kemudian menyebabkan banyak sampah bertaburan mencemari hingga 1 hektar lahan.

"Lahan itu kebetulan memang lahan yang belum kita gunakan, kami mendapatkan laporan bahwa lahan tersebut dimasuki masyarakat sekitar. Tentu penanganannya harus memperhatikan berbagai aspek. Setelah jelas peruntukannya sebagai heritage port, kami akan tangani dengan baik kepada semua pihak," ujar Elvyn, Kamis (5/9/2019).

Ditanya awak media tentang  penanganan lahan yang dihuni oleh penghuni liar,Elvyn menjelaskan pihaknya akan melakukan pembenahan yang dilakukan secara bersamaan saat proses implementasi heritage port terlaksana di lokasi tersebut.

"Terkait koordinasi penanganan konteks masyarakat setempat maupun pembersihan lingkungan termasuk sampah dengan pemerintah daerah tidak ada masalah karena memang tempat tersebut akan menjadi heritage port sebagai destinasi wisata," pungkas Elvyn.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00