• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Di usia ke-74, RRI Semakin Matang, Bertoleransi, Berkohesi dan Tetap Menjaga Kebhinekaan

5 September
21:13 2019
1 Votes (5)

KBRN, Subang : RRI lahir 11 September 1945 satu bulan setelah Indonesia merdeka, dan RRI menjadi salah satu media radio satu-satunya di negeri ini yang eksis hingga diusianya yang ke 74 tahun.

Di HUT RRI yang Ke-74 tahun ini, mengusung tema "RRI Bertoleransi, Berkohesi, dan Tetap Menjaga Kebhinekaan. Dari dulu sampai sekarang, RRI masih tetap didengar oleh seluruh lapisan masyarakat, seperti program siaran mulai dari hiburan, informasi hingga seni dan budaya, serta siaran langsung olahraga..

Pensiunan PNS dari Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, sekaligus mantan Anggota DPRD dari Fraksi PKS selama dua periode Rosyid (68) menuturkan, sejak masa kecil ia sering mendengarkan siaran RRI dari radio transistor 2 band, mulai dari acara dongeng sunda, wayang golek, sandiwara radio, bahkan informasi seputar Jawa Barat, dan Nasional, bahkan internasional, terlebih ketika acara wayang golek yang disiarkan RRI, mulai dari kalangan muda sampai dengan tua, hampir satu kampung berkumpul hanya untuk mendengarkan cerita wayang golek yang disiarkan RRI.

"Dulu bersama Bapak saya Almarhum, sering bersama-sama mendengarkan dongeng sunda di RRI, malamnya mendengarkan sandiwara radio, jadi ceritanya itu seolah-olah pendengar itu terbawa dalam suasana sandiwara itu yang saya suka dari RRI, terlebih ketika ada siaran wayang golek semalam suntuk, itu yang paling saya tunggu bersama Bapak saya, juga para tetangga, kalau ada siaran wayang golek, selalu satu kampung itu berkumpul di sebuah tempat, atau biasanya di Bale RW, atau di halaman rumah yang luas, sambil ngopi, atau ngaliwet," ujar Rosyid kepada wartawan di Subang, Kamis (5/9/2019).

Bahkan kata Rosyid, radio transistor 2 band itu tidak terlepas dari gendongannya, ketika tidur, bermain, ke ladang maupun kesawah selalu dibawanya, kecuali saat ke sekolah saja tidak membawa radio.

"Saking tidak mau ketinggalan semua acara yang disiarkan RRI itu, sampai-sampai radio transistor 2 band itu, selalu saya bawa, baik saat bermain, ke ladang atau sawah, kecuali ke sekolah," imbuhnya.

Rosyid menyebutkan, di era tahun 83 hingga sekarang RRI juga selalu menyiarkan siaran pandangan mata pertandingan sepakbola tim kesayangan masyarakat Jawa Barat yaitu Persib Bandung dengan tim-tim perserikatan sampai ke tim-tim elit di liga 1.

"Saya juga masih mengingat adanya pertandingan persib kala itu, yang mana persib saat itu baru promosi lagi ke divisi utama perserikatan, ya kurang lebih tahun 1983 an kalau gak salah, saya mendengarkannya, terasa saya nonton dilapangan bola saja, itulah kehebatan media radio," tegas Rosyid.

Seiring dengan berkembangnya jaman dan pesatnya tekhnologi saat ini, RRI puji Rosyid, tidak kalah dengan media-media lainnya baik televisi, cetak maupun online, RRI juga punya online, radio ya dengan RRI play, dan RRI Net yang menyerupai siaran televisi. Ini menjadi sebuah prastasi bagi RRI diera persaingan media, dan RRI masih mampu bertahan hingga saat ini.

"Selaku warga Subang dan Jawa Barat, dan selaku warga negara Republik Indonesia, menyampaikan apresia kepada Jajaran Direksi LPP RRI, sehingga RRI tidak bisa dikalahkan oleh media lainnya, karena berita RRI bisa diakses melalui siaran radio, online, maupun RRI Net, maka dengan tiga media yang dimiliki RRI saat ini, saya yakin RRI masih bisa bersaing, dengan media lainnya," terangnya.

Masih menurut Rosyid, RRI sejak dulu memang menjadi perekat bangsa, RRI menjadi salah satu media publik yang masih dipercaya, dan apa yang menjadi tema RRI di HUT Ke-74 ini RRI bertoleransi, berkohesi dan tetap menjaga Kebhinekaan sangat pantas digaungkan karena RRI sekarang menjadi radio publik satu-satunya di negeri ini.

"Meski RRI harus bersaing, dengan media lain, dan RRI tetap yang terbaik," ucap Rosyid.

Terkahir Rosyid menyampaikan ucapan selamat dan dirgahayu buat RRI yang berulang tahun yang Ke-74 ini, semoga RRI selalu dan tetap menjadi media nomor satu di tanah air, Sekali Di Udara Tetap Di Udara.

"Saya berharap RRI masih tetap menjadi media nomor satu dan terdepan, bahkan me dunia, dan saya sampaikan selamat untuk RRI Sekali Di Udara Tetap Di udara," pungkas Rosyid.

Sementara itu, Mantan Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Kabupaten Subang, yang juga Ketua DPRD Partai Golkar Kabupaten Subang, sekaligus Wakil Ketua DPRD Subang sementara Elita Budiarti menyebutkan, siaran-siaran RRI lengkap mulai dari siara budaya, hiburan dan informasi, yang sifatnya mendidik, serta siaran agama dan itu harus tetap dipertahankan, apalagi saat ini RRI selalu menyiarkan informasi yang dibutuhkan publik, sebagai masyarakat Subang, dan Jawa Barat berharap RRI juga peduli terhadap siaran budaya, karena Subang sebagai lumbungnya seni dan budaya Sunda harus paling terdepan peduli dalam menyiarkan siaran budaya Sunda yang lambat laun akan punah.

"RRI sekarang berbeda dengan RRI yang dulu, sekarang RRI khususnya dalam bidang pemberitaan, lebih mengedepankan informasi yang benar-benar di butuhkan publik, namun demikian saya selaku warga masyarakat Subang khususnya berharap banyak RRI juga lebih peduli terhadap seni dan budaya, karena seni dan budaya menjadi ciri bamgsa yang memiliki karakter," kata Elita.

Elita mengatakan, banyak seniman-seniman asal Subang yang terkenal, bahkan sampai mendunia karena RRI, misalnya Sinden Titim Fatimah, Cicih Cangkurileung, termasuk Sule dan SOS-nya, Diva-diva pop Hety Koes Endang semuanya besar berkat RRI. Dan RRI terus maju dan jaya Sekali Di Udara Tetap Di Udara.

"Saya tahu diva-diva pop tanah air bahkan sampai dikenal ke mancanegara lahir dari RRI seperti Hety Koes Endang lahir dari Bintang Radio, bahkan Titim Fatimah Pesinden kondang dari Subang dibesarkan RRI juga, semoga RRI tetap jaya di usia ke 74 tahun ini, Sekali Di Udara Tetap Di Udara," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00