• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Festival Kampung Digital Banyuwangi Pamerkan Inovasi Desa Berbasis IT

3 September
16:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banyuwangi : Berbagai inovasi dari desa berbasis Teknologi Informasi (IT) dipamerkan dalam Festival Kampung Digital, yang diselenggrakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, Selasa (3/9/2019).

Festival ini merupakan ajang adu kretifitas dari berbagai desa di Kabupaten Banyuwangi, yang merupakan inovasi berbasis digital dari desa, mulai sektor pelayanan publik, pelayanan kesehatan, hingga ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banyuwangi, Budi Santoso mengatakan, kemajuan Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari kemajuan desa-desanya.

Dan pada tahun ini Festival Kampung Digital yang juga mengangkat sebagian inovasi desa, sehingga seluruh desa di Banyuwangi bisa terus berinovasi agar bisa melakukan pelayanan publik secara masksimal.

"Digitalisasi telah memberikan kemudahan dan percepatan dalam berbagai program pembangunan, sehingga kalau pelayanan publiknya baik, dampaknya ke ekonomi rakyat pasti juga baik, dan Festival Kampung DIgital ini bisa memberikan ruang bagi desa untuk terus bernovasi,” ungkap Budi.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, program digitalisasi melalui smart kampung, pondasinya sudah dibagun oleh pemerintah.

Saat ini dari 189 desa di Banyuwangi, 90 persen di antaranya sudah berhasil dimasuki jaringan internet berbasis serat optik (fiber optic/FO), sehingga seluruh desa yang ada, harus mengoptimalkan akses bisa mempercepat pelayan publik melalui program digitalisasi pelayan publik ditingkat desa.

”Dengan adanya jaringan internet ke desa-desa, kami harapkan bisa memaksimalkan program Smart Kampung di mana bukan hanya memberi pelayanan publik yang maksimal, namun juga mengintegrasikan dengan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kreatif,” ujar Bupati Anas.

Festival Kampung Digital yang berlangsung selama dua hari, 3-4 September, juga dirangkai dengan Kelas Digital yang pesertanya terdiri atas santri, penggerak Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan pemuda Karang taruna.

Mereka mendapatkan ilmu dari praktisi online berpengalaman dari startup teknologi ritel Warung Pintar dan Siber Kreasi Kominfo.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00