• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Sampah TPA Winongo Madiun akan Dijadikan Energi Listrik

3 September
15:32 2019
1 Votes (5)

KBRN, Madiun : Sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo Kota Madiun dilirik investor. Sesuai proposal, rencananya salah satu investor dari Jakarta hendak mengolah sampah TPA Winongo menjadi energi listrik. Hanya saja, sampai saat ini belum diketahui peruntukan energi listrik tersebut. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, Suwarno mengaku akan  mempelajari terlebih dahulu proposal yang diajukan investor ke Pemkot Madiun. Secara teknis, dinas akan melakukan evaluasi apakah yang akan diolah sampah secara keseluruhan atau hanya tertentu.

Selain itu, jika sampah tersebut diolah menjadi energi listrik, dikhawatirkan gas metan hasil pengolahan sampah yang selama ini dinikmati warga sekitar TPA akan ditiadakan.

“Jadi kami tidak langsung oke, karena kita sudah hampir empat tahun berjalan untuk gas metan. Dan itu sangat membantu masyarakat. Kalau itu nanti diolah kemudian langsung dipotong begitu saja, secara otomatis gas metan kita akan putus. Padahal gas metan itu sangat membantu sekali bagi masyarakat,” kata Suwarno, Selasa (3/9/2019).

Menanggapi hal itu, Walikota Madiun, Maidi menjamin gas metan dari hasil pengolahan sampah yang selama ini dinikmati warga sekitar TPA tetap ada, walaupun terdapat wacana menjadikan sampah sebagai energi listrik.

“Pemkot membuang sampah disana, sampah yang mengolah dia semua dan gas metan tetap berjalan. Kalau baca proposal nantinya akan menjadi tenaga listrik dan yang jual dia (investor). Jadi sampah itu jadi berkah, bukan jadi masalah,” ungkap walikota.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menuturkan, nilai investasi pengolahan sampah menjadi energi listrik mencapai sekitar Rp300 Milyar. Ada sejumlah hal yang membuat investor tertarik mengelola sampah di Kota Madiun. Satu diantaranya karena sampah yang masuk ke TPA Winongo mencapai 115 ton setiap hari.

Artinya, banyaknya sampah berarti bahan bakar di Kota Madiun tidak semakin habis.  Karena itu, untuk mengolah sampah menjadi energi listrik, Maidi memastikan jika sampah yang masuk ke TPA Winongo tidak kurang dari 100 ton per hari.

“Dia kenapa melirik Kota Madiun, karena ya sampah akhir-akhir ini ngetrend terus. Saya tanggung jawab pokoknya sampah yang masuk ke TPA tidak kurang dari 100 ton per hari. Kalau kota ini saya gerakkan terus kemudian banyak orang kesini, lalu adanya kegiatan yang terselenggara disini, maka sampah itu kan semakin banyak,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00