• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Haji 2019

Empat Faktor Ini Sebabkan Jemaah Haji Meninggal di Arab Saudi

1 September
21:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Madinah : Jemaah haji Indonesia meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi terus mengalami peningkatan. Ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan pada jemaah haji hingga meninggal dunia.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag RI, hingga Minggu (1/9/2019) pukul 16.55 WAS, ada 397 jemaah meninggal dunia dan terbanyak wafat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Menurut Kepala Seksi Layanan Kesehatan PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Madinah, Edi Supriyatna, ada empat hal yang menyebabkan jemaah haji Indonesia mengalami sakit hingga meninggal di Arab Saudi.

Pertama karena kurangnya asupan air atau cairan yang dapat menjadi pencetus masalah dehidrasi. Kondisi ini banyak dialami jemaah haji Indonesia hingga harus dirujuk ke RSAS dan banyak akhirnya meninggal dunia.

Penyebab kedua adalah suhu. Tingginya suhu di Arab Saudi dan kelembaban yang rendah menjadi potensi kuat munculnya dehidrasi. Jemaah yang mengalami gejala tersebut ditandai dengan batuk dan gatal pada tenggorokan.

"Masalah dehidrasi ini menyebabkan terjadinya disorientasi pada jemaah, dia lupa tempat dimana keberadaannya," ujarnya, Minggu (1/9/2019).

Edi menambahkan, penyebab ketiga adalah kelelahan. Kondisi ini muncul karena banyaknya aktivitas yang dilakukan jemaah sejak dari masa kedatangan di Arab Saudi hingga puncak haji dan pasca Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

"Kondisi ini dapat menjadi pencetus atau memunculkan penyakit yang sudah ada dalam diri jemaah itu sejak dari Indonesia. Misalnya jantung, sesak napas, dan lainnya," ungkap Edi.

Penyebab keempat, lanjut Edi, adalah adaptasi. Kemampuan adaptasi ini seharusnya sudah dilatih sejak dari Indonesia agar jemaah lebih mudah menyesuaikan diri. Karena itu pihaknya terus melakukan edukasi kepada jemaah untuk menekan angka kesakitan dan kematian di Arab Saudi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00