• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Sarat Supranatural, Kaltim Punya Upacara Kwangkay untuk Hormati yang Wafat

1 September
08:31 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta:Kalimantan Timur dikenal memiliki kebudayaan dan kearifan lokal yang sarat unsur supranatural dan spiritual. Kwangkey merupakan salah satu upacara adat yang lekat dengan kebudayaan masyarakat setempat.

Dikutip dari buku “Dimensi Tradisi Lisan Dalam Upacara Kwangkay: Puncak Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq” karya Suryadi terbitan Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1995 di Jakarta, Kwangkey adalah upacara adat yang dilakukan oleh suku Dayak Benuaq yang tinggal di pedalaman Kalimantan Timur.

“Kwangkey merupakan puncak dari upacara kematian khas suku Dayak Benuaq. Kwangkey berasal dari kata ke dan angkey. Ke berarti ‘melakukan’ atau ‘melaksanakan’ dan angkey berarti ‘bangkai’, yaitu manusia atau binatang yang sudah tidak bernyawa lagi,” tulis sumber buku tersebut.

Dengan demikian, Kwangkey dapat diartikan secara harafiah sebagai ‘buang bangkai’ yang bermakna melepaskan diri dari segala kedukaan dan mengakhiri masa berkabung.

Adapun tujuan utama dari upacara Kwangkay adalah untuk menghormati dan memuliakan roh para leluhur yang sudah meninggal.

“Roh-roh ini diharapkan dapat memperoleh kebahagiaan dan tempat yang lebih baik di alam arwah (di Gunung Lumut dan di Tenangkay), menjadi lebih bijaksana, sehingga bila dibutuhkan dapat menjadi penghubung antara manusia dengan Tuhan,” lanjut sumber yang sama.

Adapun upacara dibimbing oleh seorang syaman atau tabib setempat. Ada waktu-waktu tertentu digelarnya upacara adat ini.

Seperti buku “Upacara Daur Hidup Adat Dayaq Benuaq” yang ditulis Yuvenalis Pamung, upacara aday Kwangkay dilakukan dengan perhitungan waktu 7 hari dan atau 2 kali 7 hari pelaksanaan upacara.

“Upacara intinya berlangsung selama 9 hari. Angka 7 menurut mitologi penciptaan adalah angka mati untuk Ape Bungan Tanaa,” tulis buku terbitan Yogyakarta itu.

Oleh karena itu, upacara adat uninuntuk seterusnya dipergunakan sebagai dasar utama perhitungan dalam penyelenggaraan upacara kematian .

Walaupun perhitungan hari pelaksanaan upacara hanya 14 hari, tetapi persiapan dan upacara pasca Kwangkay itu memakan waktu beberapa hari bahkan beberapa minggu.

Selain itu, Orang Benuaq percaya bahwa para arwah keluarga yang sudah mati tidak ubahnya orang yang masih hidup, mereka perlu makan, perlu tempat yang baik, dan memerlukan hiburan.

Sehingga upacara Kwangkay yang dilakukan oleh anggota keluarga yang masih hidup ditujukan untuk memberi makan, penghormatan, hiburan, dan tempat yang layak bagi orang yang telah meninggal tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00