• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Petani Garam Desa Bunder Pamekasan Kembangkan Wisata Edukasi

26 August
03:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia menjadi salah satu penghasil garam terbaik dunia melalui Provinsi Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan di wilayah Pamekasan, Jawa Timur, lahan petani garam sampai dijadikan daerah wisata untuk memberikan edukasi bagi warga atau siapapun yang melintas di sana.

Salah satu yang mengembangkan lahan wisata garam adalah Desa Bunder, Pamekasan, Jawa Timur. Terutama saat musim panen garam, para petani kerap melayani kunjungan warga maupun wisatawan yang ingin mengetahui tentang seluk beluk usaha garam.

Pada akhir pekan ini, Desa Bunder ramai dikunjungi warga sekitar yang hendak berwisata menyaksikan panorama lahan garam milik para petani yang kebetulan sedang panen sejak Sabtu, 24 Agustus hingga Minggu, 25 Agustus 2019.

Sementara itu, untuk wilayah NTT, salah satu pusat produksi garam ada di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan pernah meninjau tambak garam eks tanah Hak Guna Usaha (HGU) tersebut.

“Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai, karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta ton, yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai peninjauan, Rabu (21/8/2019) lalu.

Menurut Presiden, NTT memiliki potensi tambak garam yang bisa dikerjakan seluas kurang lebih 21 ribu hektar. Kepala Negara menambahkan bahwa di Kupang ada kurang lebih 7 ribu hektar, tetapi yang dimulai sekitar 600 hektar dulu, dan juga baru diselesaikan 10 hektar.

“Masih 10 hektar daru 21 ribu hektar, masih jauh sekali. 10 Hektar ini, di lingkungan ini baru 600 hektar. Jadi memang ini baru dimulai,” ujar Presiden Jokowi.

Dalam peninjauan itu, Presiden Jokowi mengaku ditunjukkan beberapa perbandingan garam yang diambil dari luar untuk dibawa ke NTT, yakni dari Madura, Surabaya, dan juga dari Australia. 

Presiden menilai, garam Indonesia, khususnya dari lahan yang sedang berkembang di NTT, menunjukkan potensi menjadi garam industri, karena lebih putih.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00