• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Unggulkan Indonesia pada Sejumlah Proyek Strategis, Afrika Barat Semakin Tunjukkan Kepercayaan

25 August
18:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Sudah bukan menjadi rahasia umum, jikalau 2019 merupakan tahun dimana Indonesia semakin mengintensifkan invasi ke Afrika bagi diplomasi ekonominya.

Setelah sukses dengan menggelar Forum Indonesia-Afrika (IAF) dan pertemuan Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika (IAID) pada 2018 – 2019, tampaknya usaha Indonesia dalam menerjemahkan instruksi presiden Joko Widodo itu tidak sia-sia.

Indonesia mendapatkan apresiasi tinggi dari delegasi Afrika, seperti yang disampaikan oleh duta besar Pantai Gading untuk Indonesia merangkap Canberra, Australia, Jeanne Guehe.

Dijelaskan Jeanne bagi Pantai Gading IAID 2019 sendiri merupakan kelanjutan dari berbagai kesepakatan bisnis yang telah dijalin pada IAF 2018, di antaranya bagi kerjasama pembangunan jalan raya dan perumahan rakyat.

“Kami menandatangani bagi kerjasama pembangunan perumahan rakyat dan jalan, yang diluncurkan bagi Pantai Gading,” ungkap Jeanne ketika ditemui di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Jeanne menambahkan, sisi lain yang paling disenangi masyarakat Afrika Barat terhadap Indonesia adalah selain menjalin kerjasama bisnis, Indonesia juga turut menyertakan komitmen berbagi pengetahuan dengan pelaku bisnis maupun masyarakat.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa kami senang bermitra dengan Indonesia, sebab Indonesia tidak hanya memfokuskan pada kerjasama bisnis tapi juga bersedia mentransfer pengetahuan mereka kepada masyarakat setempat. Itulah yang tidak kami temukan dari negara lain. Dimana ketika proyek selesai, mereka pergi begitu saja,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, duta besar RI di Dakkar, Senegal, Mansyur Pangeran, mengatakan, kepercayaan Afrika Barat terhadap Indonesia sebagai mitranya, bahkan ditunjukkan dengan pembangunan bagi proyek Menara Goree senilai 250 juta dolar Amerika kepada PT WIKA sebagai pengembang.

“Untuk pembangunan Goree Tower nantinya seperti hotel Fairmont di Jakarta yang dibuat oleh PT WIKA. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 2 tahun dan mereka berharap mengundang presiden Joko Widodo untuk meletakkan batu pertama sekaligus penandatanganan beberapa proyek lain,” ujar Mansyur.

Menurut Mansyur, menurut rencana proyek pembangunan menara akan dimulai pada awal tahun 2020 mendatang.

“Direncanakan awal tahun 2020 dan skema pembayaran melalui bank Exim Indonesia,” jelasnya.

Sementara, Menara Goree yang terletak menghadap ke pulau Goree itu digadang-gadang akan menjadi pusat aktifitas ekonomi, bisnis hingga rekreasi.

Sehingga, tidak heran proyek yang ditargetkan rampung dalam waktu 2 tahun itu, turut menargetkan 20 juta wisatawan datang ke Senegal.

Sedangkan, kesepakatan bisnis Senegal sebesar 450 juta USD merupakan pencapaian terbesar dari total nilai kesepakatan bisnis IAID 2019 di Bali.

Tidak hanya Senengal, Mali juga termasuk negara lainnya di Afrika Barat yang menggandeng Indonesia bagi perbaikan di sektor kesehatan setempat.

Yaitu, bagi pelayanan terhadap pasien pasca stroke. Mansyur menyatakan, untuk kerjasama dibidang kesehatan itu menggandeng Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), bagi penerapan Indonesia-Africa Center.

“Nantinya rumahsakit itu akan digunakan bagi penanganan pasien pasca stroke. Kami juga sedang menjajaki rencana pembuatan MoU. Nantinya juga akan ada bantuan capacity building dari Dr. Terawan bagi tenaga medis setempat,”imbuh Mansyur.

Menurut Mansyur, uniknya ketertarikan Mali menggandeng RSPAD tersebut, dilatarbelakangi dengan pengalaman pribadinya yang sempat terserang stroke dan membaik dalam waktu cepat.

“Rumahsakit itu akan mungkin akan menjadi pusat perawatan pasien pasca stroke. Waktu itu saya sakit dan ditangani di RSPAD, kemudian saya manfaatkan kesempatan itu dalam kunjungan pak Jawara (Konsul Honorer Indonesia di Mali) menjenguk saya. Dia bilang luarbiasa kamu seperti miracle (keajaiban), kamu sehat,”ungkapnya lagi.

2019 bukan merupakan tahun awal dimana Afrika seperti Afrika Barat, menjadikan Indonesia sebagai mitra terpercaya bagi kerjasama industri strategis.

Senegal misalnya ditahun 2018 telah membeli 3 unit pesawat CN 325 dari PT. Dirgantara Indonesia dengan salah satu diantaranya digunakan untuk mengangkut para tamu VVIP Presiden.

2019 inipun Senegal tengah menjajaki untuk kembali membeli 5 unit CN 325.

Termasuk, Senegal mempercayakan rencana pembangunan 50 ribu unit perumahan rakyat kepada PT. WIKA. Senegal, juga akan mempercayakan pembangunan infrastrukutur seperti jalan tol, jembatan layang hingga basis militer kepada Indonesia dengan nilai proyek mencapai miliaran juta dola Amerika Serikat.

Selain, pemerintah Mali juga tertarik untuk membeli 10 lokomotif kereta dari PT. INKA yang akan digunakan untuk mengangkut barang-barang kebutuhan dari Dakkar.

Serta, ketertarikan Sierra Leone bagi kerjasama dibidang agrikultur untuk peningkatan produksi pertanian seperti padi, jamur hingga singkong.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00