• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Koperasi Diminta Tak Terbebani Era Revolusi Industri 4.0

25 August
18:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bulukumba : Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan menegaskan bahwa era Revolusi Industri 4.0 jangan menjadi beban bagi koperasi dalam mengembangkan kinerja usahanya. Justru sebaliknya, di zaman serba digital ini koperasi harus mampu eksis. 

“Saat Revolusi Industri 1.0, era mesin uap menggantikan peran manusia. Kala itu, orang pun mulai berhimpun bersama membangun satu kekuatan ekonomi bersama,” kata Prof Rully pada acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu (25/08). 

Prof Rully menambahkan, di era tersebut mulailah lahir koperasi moderen, dimana tumbuh tumbuh kelompok sosial melakukan kegiatan bisnis. "Artinya, Revolusi Industri itu hanya merupakan perubahan perilaku di masyarakat dan fase peradaban di dunia industri,” ujar Prof Rully.

Saat ini, lanjut Prof Rully, setelah melewati beberapa fase revolusi industri, koperasi tetap tumbuh di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Koperasi di seluruh dunia mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak 600 juta orang. Itu menjadi bukti kemampuan pelaku koperasi di dunia,” tegas Prof Rully.

Untuk itu, Prof Rully menyebutkan bahwa program Reformasi Total Koperasi yang sudah berjalan lima tahun ini adalah untuk menjawab pergerakan zaman yang begitu cepat. "Koperasi harus mampu berubah secara cepat dan fundamental,” ucap Prof Rully.

Namun, Prof Rully mengingatkan perubahan fundamental tersebut dengan tidak meninggalkan filosofis dan ideologi dasar sebuah koperasi, yaitu budaya kerjasama dan gotong royong. "Koperasi tidak akan musnah ditelan zaman, selama kita masih sadar tidak bisa hidup sendiri,” tandas Prof Rully lagi.

Bagi Prof Rully, bila ada koperasi yang tidak berkembang maka itu merupakan masalah internal di koperasi tersebut. "Bisa saja pengurusnya kurang kreatif, atau hanya menunggu bantuan pemerintah dan APBD. Saya tegaskan, bantuan jangan ditunggu, tapi bangun dulu sendiri maka bantuan akan datang sesuai dengan kebutuhannya,” papar Prof Rully seraya menyebutkan bahwa Pemda harus membangun koperasi dari sisi kualitas, tidak sekadar kuantitas.

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani menambahkan, bahwa peringatan Harkopnas harus dijadikan sebagai momentum tepat untuk berbenah diri dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. "Koperasi harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman,” tegas Abdul Hayat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00