• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Di Bangkok, Hassan Wirajuda Sebut Demokrasi Kunci Sukses Proses Perdamaian Aceh

25 August
14:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bangkok : “Lecture on International Humanitarian Law” yang berlangsung di Bangkok, Thailand, tahun ini istimewa sebab mengundang delegasi Indonesia menjadi pembicara. Dalam rilis yang diterima redaksi RRI, Minggu (25/8/2019), disebutkan pertemuan yang berlangsung Jumat (23/8/2019), mengundang Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri RI periode 2001-2009, sebagai pembicara dalam topik tunggal Aceh Peace Process (1999-2005); Keys to Final Solution.

Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Putri Maha Chakri Sirindhorn dan Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai. Sekitar 500 tamu undangan yang terdiri dari Pejabat Pemerintah Thailand, Duta Besar, korps diplomatik, militer Thailand, akademisi, dan media juga tampak menghadiri kegiatan tersebut.

Hassan Wirajuda mengawali ceramahnya dengan menyampaikan bahwa tatanan global dunia pada saat ini terancam oleh adanya proxy wars, di Kawasan yang dapat mempengaruhi kestabilan dan perdamaian. ASEAN sebagai organisasi regional  telah berhasil mempertahankan perdamaian dan ketertiban kawasan lebih dari 50 tahun sejak didirikan. Walaupun konflik antar negara di ASEAN telah berhasil ditiadakan, namun konflik di dalam negara masih ada seperti pengalaman Indonesia dalam permasalahan Aceh.

Lebih lanjut disampaikan bahwa akar permasalahan konflik Aceh, antara lain ketidakadilan ekonomi. Operasi militer pemerintah pusat Indonesia untuk memerangi kelompok bersenjata tidak membuahkan hasil yang signifikan. Reformasi Indonesia akhirnya membuka jalan untuk melakukan dialog dan negosiasi dengan kelompok bersenjata yang akhirnya membawa kesepakatan perdamaian di Aceh.

Ditekankan pula bahwa demokrasi telah memungkinkan Indonesia menerima dan mengeksplorasi ide-ide baru menuju perdamaian di Aceh. Sebagai lessons-learned dari konflik Aceh, mantan Menlu Wirajuda menegaskan pentingnya sikap terbuka dan toleran terhadap perbedaan, terlebih di masyarakat yang majemuk seperti Indonesia. Konflik Dormant yang terkait dengan isu agama, perlu terus diwaspadai karena mudah disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu.

Putri Maha Chakri Sirindhorn Lecture on International Humanitarian Law”, merupakan acara yang cukup bergengsi dan mendapatkan perhatian dari banyak kalangan di Thailand. Acara ini diluncurkan oleh Palang Merah Thailand bersama Kementerian Luar Negeri Thailand sejak tahun 2003 dan bertujuan untuk memajukan dan menyebarluaskan pengetahuan tentang humanitarian international law ke masyarakat luas. Kesempatan khusus yang diberikan kepada Hassan Wirajuda, tidak lepas dari peran pentingnya sebagai Chief Negotiator dalam memajukan diplomasi kemanusiaan dan proses perdamaian di Aceh.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00