• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Nasdem, Hanura, dan PKS Bentuk Satu Fraksi di DPRD

25 August
09:22 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sumenep : Tiga Partai Politik (Parpol) di Sumenep Nasdem, Hanura, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung membentuk satu Fraksi di DPRD Sumenep untuk priode 2019-2024.

Tiga Parpol tersebut tidak bisa membentuk satu fraksi sendiri karena sesuai ketentuan minimal 4 kursi di DPRD Sumenep.

Sedangkan perolehan kursi tiga partai tersebut pada Pemilu 2019 di DPRD Kabupaten minim yakni Nasdem dan Hanura masing-masing 3 kursi, dan PKS 2 kursi.

”Kita sudah sepakat untuk bergabung menjadi satu Fraksi di DPRD Sumenep dan tiga Pimpinan Partau yaitu Nasdem, Hanura, dan PKS sudah bertandatangan mengenai fraksi gabungan ini,” ungkap Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Sumenep, Aqis Jasuli, Minggu (25/8/2019).

Menurutnya, tiga Partai Nasdem, Hanura, dan PKS bergabung karena memiliki satu komitmen dan visi yang sama untuk memperjuangkan aspirasi rakyat di kursi Legislatif. Fraksi gabungan tersebut dinamai Nasdem Rakyat Sejahtera.

”Struktunya Ketua Fraksi dari Nasdem saya sendiri, kemudian Sekretarisnya Mohammad Yusuf dari PKS, sedangkan Bendahara fraksi dari Hanura,” jelas Anggota DPRD Sumenep Priode 2019-2024 ini.

Pihaknya memastikan Fraksi Nasdem Rakyat Sejahtera akan menjadi Fraksi yang solid dan kuat di Parlemen, sebab dengan bergabungnya satu fraksi maka komposisi kursi di Legislatif menjadi Fraksi terbanyak kedua di DPRD Sumenep setelah PKB. Total jumlah kursi nanti menjadi 8, sedangkan PKB 10 kursi.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura, M. RAMZI membenarkan partainya bergabung dengan Nasdem dan PKS membentuk satu fraksi. Selain tidak bisa membentuk fraksi sendiri, Partainya memiliki satu visi memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ia meyakini fraksi gabung yang dibentuknya akan mewarnai dinamika politik di Parlemen khususnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat atau konstituen yang diwakilinya. Dengan jumlah 8 kursi, Fraksinya akan menempati sejumlah posisi strategis di sejumlah alat kelengkapan dewan.

”Tentu agenda pertama yaitu menyusun strategis dan komunikasi politik untuk memperebutkan posisi strategis baik di Komisi maupun di alat kelengkapan Dewan lainnya,” tambahnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00