• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Saut Situmorang: Pansel Capim KPK Lebih Detil Karena Tak Mau Ambil Risiko

24 August
20:42 2019
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta :Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang kepada wartawan di Jakarta menjelaskan, panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim)  KPK saat ini bisa dikatakan lebih baik jika dibandingkan dengan pansel capim sebelumnya.

Saut menjelaskan, pansel capim saat ini tentu berbeda dengan pansel capim pada saat dirinya mendaftar sebagai Pimpinan KPK. Menurut  Saut, pansel capim KPK periode 2015 hingga 2019 itu lebih detail.

“Pansel capim sekarang itu pertama lebih detail, mereka nggak mau ambil risiko, ada surat surat gini aja langsung coret, mereka nggak mau ambil risiko,” kata Saut Situmorang di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (24/8/2019).

Namun meski demikian, Saut menilai bahwa setiap pansel itu memang tidak sama atau mempunyai gaya masing-masing. Begitu pula dengan metode digunakan setiap pansel itu tentu juga berbeda. Menurut Saut, dirinya mengaku tidak mengetahui apakah selama melakukan proses seleksi itu ketat apa tidak.

“Saya percaya pimpinan KPK periode selanjutnya akan lebih baik, semua pihak harus percaya siapapun capim KPK yang terpilih selanjutnya,” katanya.

Saut menjelaskan bahwa dirinya percaya orang yang ada di belakang pemilihan capim KPK itu pasti lebih baik. Menurut Saut, jadi siapapun yang terpiih nanti sebagai pimpinan KPK mestinya harus lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya.

“Kalau dia (capim KPk) itu nggak lebih baik ya maka nggak berubah dong negeri ini. Siapapun dia, kalau aku bilang begitu,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta.

Saut menilai proses dibalik penentuan 20 orang capim KPK yang lolos pada tahap profile assessment itu memang tidak mudah. Pansel Capim KPK itu menurut Saut kemungkinan juga diwarnai dengan perdebatan saat mereka memutuskan 20 nama capim yang lolos seleksi assessment profile.

"Anda jangan melihat capim itu sendirian aja, bisa jadi di dalam mereka juga voting, bisa jadi mereka berdebat, bahwa setiap orang itu pasti beda, kami berlima (Pimpinan KPK saat ini) aja beda pendapat, apalagi mereka bersembilan, ya pasti beda, saya pikir mereka berdebat memutuskan  20 orang itu,” kata Saut.

“Mereka menganalisa data-data, suara itu diperhitungkan dan mereka kan menganalisa data-data bisa jadi setiap orang faktanya sama, karena mereka juga punya akses ke publik,” pungkas Saut Situmorang.


 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00