• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Bakamla Resmi Serahkan Lima Kapal Hasil Tangkapan ke Polda Babel

24 August
12:58 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Tim Operasi Khusus (Opsus) Bakamla RI/lndonesian Coast Guard (IDNCG) dengan KN Bintang Laut-401, tangkap 5 (lima) kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah Tanjung Gudang Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksda Bakamla S.Irawan menyatakan, lima kapal yang berhasil ditangkap diduga kuat melakukan pencurian Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah Babel. Sebelumnya, menurut Irawan, belum ada kejadian seperti ini. Namun begitu, berdasarkan hasil tangkapan lima kapal tersebut, hasil ini menjadi yang terbesar.

"Pada 2019, terdapat 21 kasus di Indonesia. Namun khusus Bangka Belitung, baru kali ini terjadi alias baru satu kasus. Meski demikian, walaupun baru satu kasus, menurut saya yang terbesar, lima kapal kami tangkap dalam satu hari," terang Sestama Bakamla RI, Laksda Bakamla S.Irawan, kepada wartawan di atas kapal Bakamla KN Bintang Laut-401, di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Kabupaten Bangka, Privinsi Bangka Belitung, Jumat (23/8/2019).

Irawan lanjut menuturkan, sejumlah kesalahan yang dilakukan kapal-kapal tersebut antara lain, Kapal Tanker tidak memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), tidak memiliki ijin transport BBM di tengah laut, Perijinan kapal tanker tidak terdaftar di pertamina, ijin harga minyak tidak ada, dan terakhir, kualitas minyak tidak sesuai dengan pertamina.

Sedangkan untuk KIP Timah kesalahannya adalah melakukan aktifitas penambangan tanpa mengantongi izin.

"Kami terus bersinergi dengan unsur terkait dalam menumpas kejahatan di laut, khususnya masalah BBM illegal dan sumber daya alam Indonesia. Hari ini saya serahkan kasus ini kepada Polda Babel," imbuhnya.

Turut mendampingi Sestama Bakamla RI saat menyerahkan kasus ini kepada Polda Babel adalah, Kepala Unit Penindakan Hukum (UPH) Bakamla RI Laksma Bakamla P. Warsito, Kasubdit Perumusan Kebijakan Bakamla RI Kolonel Bakamla Hendry Marulitua, Wakapolda Bangka Belitung Kombes Pol Slamet Hadi Supraproyo, Danlanal Letkol Laut (P) M. Taufiq, Kepala SPKKL Bangka Belitung Mayor Bakamla Ibnu Mufid Inung, serta 4 (empat) personel PPNS Kementerian ESDM.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Tim Operasi Khusus (Opsus) Bakamla RI/lndonesian Coast Guard (IDNCG) dengan KN Bintang Laut-401, tangkap 5 (lima) kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah Tanjung Gudang Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Humas Bakamla RI/PR Indonesian Coast Guard menyatakan, terkait lima kapal tersebut, penyidikan sudah dilakukan oleh tim yang berwenang dan hasilnya diserahkan ke pihak Polda Babel.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksda Bakamla S.Irawan, saat jumpa pers di kapal Bakamla KN Bintang Laut-401, di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Kabupaten Bangka, Privinsi Bangka Belitung, Jumat (23/8/2019).

Dalam konferensi pers tersebut, Sestama Bakamla menyerahkan lima kapal hasil tangkapan kepada Wakapolda Bangka Belitung Kombes Pol Slamet Hadi Supraproyo.

Lima kapal yang tertangkap Bakamla diduga melakukan kegiatan illegal tersebut terdiri dari satu Kapal Isap Pasir (KIP) Timah dan empat kapal SPOB/MT, pensuplai bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

"Tertangkap pada Minggu, 18 Agustus 2019, sehari setelah peringatan hari kemerdekaan. Kemungkinan mereka ini memanfaatkan hari libur seperti itu", ujar Irawan kepada wartawan.

Pada 2019, terdapat 21 kasus di Indonesia. Namun khusus Bangka Belitung, baru kali ini terjadi alias baru satu kasus. Meski demikian, walaupun baru satu kasus, akan tetapi dinilai sebagai hasil besar.

"Menurut saya yang terbesar, lima kapal kami tangkap dalam satu hari," kata Irawan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00