• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Blue Bird Operasikan Mobil Listrik, TransJakarta Menyusul

24 August
08:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi mengutarakan, sebagai langkah memasyarakatkan penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan, pemanfaatannya bisa diawali  untuk angkutan transportasi massal seperti Transjakarta maupun Damri sebagai angkutan perkotaan, serta angkutan taksi.

Budi lantas mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh beberapa operator transportasi seperti Blue Bird yang telah mengoperasikan mobil listrik dalam armadanya.

“Transjakarta sudah menyampaikan pada saya, dalam waktu dekat ini juga akan mengoperasikan bus listrik. Artinya dalam segala keterbatasan, para operator ini sudah berniat untuk melakukannya. Tentu banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang perlu dilakukan, mulai stasiun pengisian, harga khusus dari PLN, tentunya itu diharapkan dari semua pihak,”jelas Menhub Budi Karya dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kendaraan Listrik sebagai Solusi Polusi Udara dan Pengurangan Penggunaan BBM”, di Hotel Le Meriden Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Bahkan Budi Karya juga mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan kebijakan untuk memberikan insentif dan kemudahan bagi pihak-pihak yang akan melakukan uji tipe kendaraan mobil listrik. Contohnya seperti ada beberapa universitas yang sudah berupaya untuk mengajukan uji tipe.

“Kami sangat terbuka, bahkan beberapa universitas kami catat sudah berupaya mengajukan uji tipe. Artinya dunia pendidikan juga memberikan perhatian luar biasa. Oleh karenanya kami mengharapkan kolaborasi yang baik dari regulator, industriawan, dan pelaku-pelaku usaha transportasi,” ucapnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, mengenai insentif dalam uji tipe maupun pemanfaatan mobil listrik, dipertimbangkan pemberiannya dalam bentuk fiskal maupun non fiskal. Dikatakannya, hal ini sudah dikomunikasikan dengan Kementerian Keuangan.

“Kami akan mendorong terutama yang non fiskal kepada para Gubernur agar nantinya membuat peraturan menyangkut masalah parkir, dan sebagainya, bahwa untuk kendaraan listrik harus dibedakan dengan kendaraan biasa. Selanjutnya kami juga mendorong untuk melakukan insentif dimana biaya untuk uji tipe dari kendaraan biasa mencapai Rp 75 juta per tipe, tentunya sesuai dengan semangat dari Perpres ini, kami coba nanti komunikasi dengan Kementerian Keuangan untuk menurunkan angkanya,” kata Budi Setiyadi.

Sedangkan menyangkut masalah noise atau suara, menurut Dirjen Budi, memang noise atau suara ini menjadi suatu kewajiban menyangkut aspek keselamatan, namun untuk produk sekarang yang sudah ada belum memiliki suara. Ia mengatakan, dalam Peraturan Menteri akan diatur penggunaan suara untuk kendaraan ini karena menyangkut keselamatan. Namun demikian butuh waktu untuk menyiapkan aturannya.

“Juga untuk peraturan Menteri menyangkut masalah uji tipe akan segera kami selesaikan. Berikutnya juga terkait pemenuhan alat penguji yang sekarang sedang kami siapkan, dan dianggarkan untuk 2020. Nanti akan ada beberapa alat uji yang kami lengkapi, yang pertama untuk unjuk kerja akumulator listrik akan kami lengkapi, kemudian pengisian alat ulang listrik dan sebaginya ini akan kami siapkan alat ujinya untuk memenuhi sebagimana filosofi Perpres 55/2019,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00