• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

SYL: Industri Masa Depan Butuh Inovasi, Kolaborasi dan Investasi!

24 August
00:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Inovasi, kolaborasi dan investasi merupakan tiga hal yang paling penting dalam menghadapi industri di masa yang akan datang.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ketiga hal tersebut merupakan pilar penting untuk memastikan industri strategis menjadi lokomotif demi mewujudkan Indonesia maju yang tak kalah dengan negara lainnya.

Yang mana, tanpa inovasi semua orang pasti akan 'berjalan di tempat'. Hal itu berujung pada tidak adanya perbaikan ekonomi bangsa.

"Maka itu, inovasi harus dikedepankan dan komitmen pemerintah sangat serius. Penyiapan anggaran riset di tahun-tahun mendatang disiapkan dalam jumlah signifikan besarnya dibanding sebelumnya," ujar SYL di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Selain inovasi, kata pria yang akrab disapa SYL ini, semua pemangku kepentingan dalam industri harus bersatu untuk membangun sinergi. Sebab jika tidak, kemajuan industri akan memakan waktu yang terbilang lama. Tidak kalah pentingnya menurut dia adalah menyiapkan tenaga-tenaga muda yang menguasai teknologi.

"Jadi sambil melakukan investasi untuk membangun sistem dan manusia yang mengoperasikannya, kolaborasi adalah pilihan terbaik," tambahnya.

Lebih lanjut SYL mencontohkan tentang kolaborasi berbagai pihak dalam memproduksi sarana transportasi yang menggunakan bahan bakar yang terbarukan dan ramah lingkungan. Dalam konteks itu, kata dia, maka produksi mobil konvensional akan ditinggalkan dan bangsa Indonesia akan melakukan lompatan besar memproduksi mobil yang ramah lingkungan dan yang bebas asap pembawa polusi udara.

Dengan demikian, lanjutnya, industri mobil berbahan bakar tenaga surya atau minimal menggunakan tenaga listrik menjadi pilihan-pilihan kebijakan pembangunan industri masa depan dari pemerintah. 

Hal itu ditekankannya sejalan dengan pesan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menyatakan kalau tidak cukup bagi bangsa ini membuat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, melainkan harus membuat sesuatu yang lebih lebih baik dari bangsa-bangsa lainnya.

"Untuk mencapai kemajuan itu lebih cepat, kita harus berani berkolaborasi sambil melakukam adopsi dan investasi teknologi-teknologi terkini dari negara-negara lain yang lebih dahulu menguasainya," imbuhnya.

Hitung-hitungan dia, agar Indonesia unggul dibandingkan dengan negara lain, maka ada tiga pilihan industri masa depan yang harud digenjot pemerintah hingga 2025 nanti. Yakni komunikasi dan telekomunikasi, agrobisnis serta transportasi.

Ketiga sektor tersebut ditekankannya selain memiliki daya dorong terhadap sektor pembangunan ekonomi, juga yang terpenting menyentuh kehidupan mayoritas rakyat di negeri ini.

"Pada akhirnya tiga pilihan industri tersebut bisa mengangkat kesejahteraan rakyat Indonesia dan lapangan kerja bagi generasi angkatan kerja baru lebih banyak terbuka," kata dia.

Ditegaskannya, tiga pilihan industri masa depan tersebut bisa diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi, masyarakat saat ini hidup di era yang berkelimpahan atau abundance era di mana apa yang dulunya sulit kini serba dimudahkan. Telekomunikasi contohnya, dahulu begitu mahal untuk berkomunikasi diantara pihak-pihak yang membutuhkan. Namun sekarang ini bahkan tak sedikit yang diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

"Misalnya wifi gratis yang disediakan gratis di tempat-tempat umum. Bahkan informasi apa saja melimpah ruah di dunia maya dari seluruh penjuru dunia. Sampai-sampai biaya studi banding yang dulunya sangat mahal, kini tersedia lengkap mengenai apa saja di negara mana saja cukup menggunakan handphone dengan fasilitasi internet," jelasnya.

Selain hidup di era yang berkelimpahan, tambah SYL, masyarakat sekarang hidup pada era kebermungkinan atau possibility era di mana generasi baru pelaku ekonomi berbasis digital dapat menjadi milyarder dalam hitungan satu dua tahun. 

"Kekayaan yang dicapai Ford. Onnasis Rockfeller dalam puluhan tahun bahkan dekade, dicapai dengan sangat singkat oleh bos Alibaba (Jack Ma) bos Grab, Gojek (Nabiel Makarim) dan ratusan contoh keberhasilan lainnya yang hanya mungkin dicapai di era abundance, era possibility dan digital ini," jelas dia.

Padahal, tekan SYL, apa yang terjadi sekarang hanyalah angan-angan pada masa lampau dan hampir mustahil terjadi. Perubahan drastis bakal terjadi lagi dalam waktu-waktu mendatang. Karena itu, masyarakat Indonesia harus mengenali perubahan tersebut dari sekarang sehingga bisa mengetahui aranya ke depan.

"Industri masa depan yang sebagian tingkatannya sudah mencapai versi 4.0. Bagaimana prakteknya? Bagaimana rupanya, bagaimana implikasinya bagi peradaban, sosial, ekonomi dan lain-lain? Kita harus bisa merencanakan lebih baik dari perencana sebelumnya. Bahwa industri 4.0 pasti akan trending, maka beruntunglah orang yang mempercayai itu dan mempersiapkan diri menghadapinya," urainya.

"Kita dan Indonesia percaya dengan perubahan yang semakin cepat dan level permainan yang semakin tinggi. Dan kita semua harus siap menjadi pemenang, menjadi negara maju dalam arti yang sesungguhnya," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00