• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Akan Telusuri Rekam Jejak 20 Nama Capim KPK Lolos Seleksi Profile Assessment

23 August
20:56 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Tim Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini telah mengumumkan sebanyak 20 nama yang dinyatakan lolos seleksi. Mereka dinyatakan lolos dalam tahap profile assessment yang diumumkan secara langsung oleh Ketua Pansel KPK Yenti Ganarsih di Kantor Kementrian Sekretariat Negara Jakarta.

Sementara itu, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah malam ini menjelaskan kepada wartawan bahwa sebagian dari 20 nama itu ternyata memiliki sejumlah catatan. Pertama ada yang tidak patuh menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), selain itu ada yang pernah mempunyai rekam jejak merintangi pekerjaan KPK.

"Sejunlah nama yang lolos hasil tes profile assessment hari ini, terdapat sejumlah calon yang bisa dikatakan punya rekam jejak cukup baik, namun masih ada nama-nama yang teridentifikasi memiliki catatan,” kata Febri Diansyah di Jakarta,  Jumat (23/8/2019).

Menurut Febri catatan itu misalnya tak pernah patuh menyerahkan  LHKPN, diduga pernah ada yang menerima gratifikasi, hingga ada yang menghambat kerja KPK. KPK dalam waktu dekat akan menelusuri rekam jejak 20 nama capim itu.

Febri menjelaskan, total dari 20 yang lolos seleksi, 18 orang di antaranya pernah melaporkan LHKPN sejak yang bersangkutan menjadi penyelenggara negara. Sedangkan 2 orang sisanya memang bukan pihak yang wajib menyerahkan LHKPN karena berprofesi sebagai dosen.

Menurut Febri, terhitung sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2019, hanya ada 9 orang yang menyerahkan LHKPN tepat waktu. Sementara yang terlambat melaporkan LHKPN sebanyak 5 orang, masing-masing dari unsur Polri, Kejaksaan, dan Seskab. Adapun, lanjut Febri ada yang tidak melaporkan LHKPN, dari unsur Polri dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berdasarkan latar belakang profesi, 20 orang Capim KPK yang dinyatakan lolos di antaranya akademis atau dosen 3 orang, advokat 1 orang, jaksa 3 orang, pensiunan jaksa 1 orang, hakim 1 orang, anggota Polri 4 orang, auditor 1 orang, komisioner dan pegawai KPK 2 orang, PNS 2 orang, karyawan BUMN 1 orang, dan seorang penasihat menteri. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00