• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Selatan Jawa Berpotensi Gempa Megatrust, Masyarakat Harus Disosialisasikan Terus

23 August
14:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah selatan Jawa berpotensi terjadi gempa bumi hingga bermagnitudo 8,7 atau biasa disebut gempa megatrust. 

Dalam Diskusi Pakar Geologi dan Kebencanaan Indonesia, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Fery Irawan menyatakan pengetahuan masyarakat terhadap potensi gempa dan tsunami di daerahnya masing masing sangat penting terus disosialisasikan. 

BNPB telah melakukan program Desa Tanggap Bencana (Destana) yang bertujuan memberikan pengetahuan terhadap dampak terburuk bagi masyarakat di pesisir selatan pulau Jawa. 

Selain itu, program Pemerintah Daerah dalam mitigasi bencana di daerahnya sudah mulai berlangsung pada tahun 2020 hingga 2045 sesuai perencanaan mitigasi bencana nasional. 

"Kewajiban Pemerintah Daerah memastikan sebagai standar pelayanan minimum masyarakat harus mengetahui bahaya dan resiko bencana dijalankan mulai tahun 2020 agar masyarakat sadar hidup di daerah rawan bencana," ungkap Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Fery Irawan dalam Diskusi Pakar Geologi dan Kebencanaan Indonesia di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Jum'at (23/8/2019).

Peneliti Geologi Gempa Bumi LIPI, Murdik Daryono menjelaskan potensi gempa megatrust dari hasil kajian bermagnitudo 8,7 dengan potensi ketinggian tsunami 20 meter yang sesuai kondisi geologi daerah pesisir. 

Murdik Daryono menyebut perlu ada kajian lebih detail lagi atas potensi gempa megatrust agar diketahui masyarakat sebagai langkah antisipasi. 

"Peta gempa nasional tahun 2017 magnitude nya sekitar 8,7, kita menunggu 5 tahun ke depan, ada hasil riset di laut lebih detail lagi, hasil studi paleo tsunami sudah melalui proses review akademis yang baik," kata Murdik Daryono. 

Fery Irawan mengungkapkan pengetahuan motivasi bencana khususnya gempa dan tsunami sangat penting untuk menghindari lebih banyak dampak korban jiwa dan material. 

Ia mencontohkan seperti tsunami selat sunda tahun 2019 yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia karena minimnya pengetahuan motivasi tsunami akibat erupsi gunung di laut. 

"Area di selat Sunda, area di selatan Jawa, selatan Sukabumi, Pangandaran, Cilacap dan seterusnya, para ahli sudah mengindentifikasi energi lepasan gempa, kapan terjadinya tidak sampai sedetail itu, kita mau abai atau secara nyata upaya menanggulangi," tambahnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00