• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Pengprov Ijinkan Atlet Ilegal, KONI Bali Ancam Batalkan Pertandingan di Porprov

23 August
14:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Permasalahan mutasi maupun isu keterlibatan atlet bodong dalam ajang Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Bali selalu muncul berulang-ulang.

Meski penyempurnaan regulasi mutasi terus dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, namun tetap saja oknum tak bertanggung jawab mampu mencari celah untuk menerobos aturan tersebut.

Pada multi event olahraga dua tahunan yang akan digelar September mendatang di Tabanan, juga tersebar isu ada atlet illegal yang ikut bertanding membela kabupaten/kota tertentu. Salah satu contoh, atlet beladiri asal Tangerang yang disebut-sebut akan membela Kota Denpasar di ajang Porprov Bali. 

Menyikapi hal tersebut Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi dalam Dialog Hai Bali Kenken RRI Denpasar Jumat, (23/8/2019) mengatakan dari hasil pemantauan tim keabsahan, dipastikan semua atlet yang bertanding di Porprov nanti sudah sah dan legal secara hukum. Termasuk atlet beladiri asal Tangerang itu, secara regulasi yang ada sudah sah menjadi atlet Kota Denpasar, karena Propinsi Banten menyatakan sudah melepas atlet tersebut untuk Kota Denpasar.

“Sampai hari ini tidak ada masalah, tim keabsahan kami juga melaporkan semua atlet yang mutasi sudah sesuai aturan. Terkait permasalahan yang muncul terhadap atlet yang disengketakan itu, kami juga sudah melakukan pengecekan dan bicara dengan pengambil kebijakan di sana, dan mereka menyatakan memang sudah melepas atlet tersebut," tuturnya.

Bila nanti dalam perjalanan, ada bukti-bukti lain yang menyatakan bahwa kabupaten/kota maupun pengprov menggunakan atlet bodong, Suwandi mempersilahkan untuk melayangkan gugatan kepada dewan hakim. Ia menyatakan KONI Bali tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas. Salah satunya membatalkan medali untuk kabupaten/kota yang bersangkutan, bahkan bila pengprovnya ikut terlibat, tidak menutup kemungkinan akan dicoret dari Porprov Bali.

“Seharusnya ada sanksi. Sanksinya seperti apa, dibatalkan medali yang mereka dapatkan, bahkan jika pengprovnya juga terlibat ya batalkan semua," tegasnya.

Pada kesempatan sama Ketua Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Bali Rosihan Anwar mengapresiasi upaya KONI Bali yang setiap tahun berupaya menyempurnakan regulasi mutasi atlet di Pulau Dewata. Namun harus diakui masih banyak kelemahan dari aturan itu.

“Kalau kita bicara kelemahan banyak sekali, karena dari aturan itu banyak yang bisa diterobos. Kalau bicara kelemahan di sini perlu ketegasan KONI Bali, jika aturan itu bisa dijalankan maka akan selesai masalahnya. Tapi tidak akan semudah itu, karena yang diurus banyak cabor dan ribuan atlet," ungkapnya.

Rosihan Anwar berharap permasalahan yang ada segera dituntaskan, jangan sampai saat pertandingan ada insiden saling bully diantara para atlet. Hal tersebut jelas akan merugikan banyak pihak, apalagi biaya untuk membina atlet agar mampu mencetak medali di Porprov tidaklah murah.  


  • Tentang Penulis

    Ni Putu Nirawati

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Nugroho

    rri.co.id

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00