• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menko Polhukam: Papua dan Papua Barat Bukan Anak Tiri

23 August
12:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa Papua dan Papua Barat bukan anak tiri tetapi setara dengan sesama anak bangsa Indonesia. 

“Kalau ada yang mengatakan Papua dan Papua Barat itu anak tiri Indonesia, itu salah besar,” kata Menko Polhukam Wiranto seperti dilansir dari laman Setkab, Jumat (23/8/2019).

Wiranto mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah 7 kali melakukan kunjungan kerja ke Papua dalam setahun. Tidak ada provinsi yang sesering itu dikunjungi oleh Presiden.

“Tidak ada provinsi yang dikunjungi presiden setahun 7 kali, tidak pernah ada. Jawa Tengah pun tidak sebanyak itu. Artinya Papua dan Papua Barat equal, sama sebagai anak bangsa Indonesia. Saya yakin itu dan saya bisa buktikan itu,” kata Wiranto.

Pemerintah pun, lanjut Wiranto, telah menggelontorkan dana Rp 100 triliun lebih untuk Papua dan Papua Barat. Selain itu, pemerintah juga telah membuktikan komitmennya menyamaratakan harga-harga kebutuhan pokok di Papua dengan wilayah lainnya.

“Dana pusat yang digelontorkan ke Papua lebih dari Rp 100 triliun. Bahkan kita masih ingat Presiden saat kunjungan minta jalan antarkota segera dibangun, juga minta harga-harga yang melambung tinggi di Papua harus sama dengan di Jawa dan itu terbukti dapat dilakukan,” ungkapnya.

Wiranto menyampaikan, bahwa kunjungannya ke Papua Barat bukan untuk mengawasi atau memata-matai.

“Tujuan kami ke mari bukan untuk mengawasi, memata-matai, tapi untuk menyalami terutama setelah terjadi insiden yang menyesalkan,” ujar Wiranto.

Mengenai insiden yang terjadi di sejumlah asrama mahasiswa, khususnya di Surabaya dan Malang, yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa berbuntut kericuhan di sejumlah daerah di Papua, Menko Polhukam Wiranto meyakini itu karena ulah oknum yang tidak bisa menahan diri.

“Kita yakin insiden itu bukan karena kita tidak menghormati saudara-saudara kita di Papua dan Papua Barat, atau kita ingin melecehkan seperti hoaks di medsos (media sosial) yang terjadi pelecehan bendera, penghinaan saudara-saudara di Papua dan Papua Barat disusul dengan aksi-aksi membakar. Itu semua bukan karena ada unsur-unsur yang disengaja, tapi karena adanya oknum-oknum yang tidak bisa menahan diri sehingga terjadi seperti itu,” kata Wiranto.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00