• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

WNA Asal Spanyol Ditemukan Tewas saat Snorkeling di Sabang

23 August
12:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sabang : Satu orang warga negara asing (WNA) asal Spanyol bernama Francisco Javier Garcia (53) ditemukan meninggal dunia saat sedang snorkeling di tempat wisata Iboih, Kota Sabang, Aceh, Kamis (22/8/2019). 

Korban meninggal dunia setelah terkena baling-baling boat yang sedang melintas di area pantai wisata Iboih. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol Agus Sartijo membenarkan peristiwa kematian seorang WNA asal Spanyol. 

Dikatakan Agus, kronologi kejadian berawal ketika seorang pengemudi boat bernama Muchtar sedang menuju Teupin Layeu untuk menjemput tamu yang akan dibawa berkeliling Pulau Rubiah, ternyata menabrak sesuatu, ternyata yang ditabrak tersebut adalah WNA Spanyol yang sedang melakukan snorkeling. 

"Pada pukul 18.15 WIB saudara Muchtar ditelpon oleh tamu yang menginap di penginapan Iboih, yang mana tamu tersebut telah menunggu di Dermaga Teupin layeu dan pada saat di perjalanan menuju Dermaga Teupin layeu tepatnya di antara penginapan Olala dan Mr.Bean, boat Muchtar seperti menabrak sesuatu dan ternyata yang ditabraknya orang yang sedang melakukan snorkeling," kata Agus di Banda Aceh, Jumat (23/8/2019). 

Melihat kejadian itu, Muchtar mencoba menolong korban yang sudah berdarah. 

"Akan tetapi karena saudara Muchtar sendirian tidak sanggup untuk mengangkat tubuh korban dan meminta tolong kepada rekannya,  Rajab yang kebetulan melintas di TKP, kemudian mereka mengangkat tubuh korban dan dibawa ke daratan tepatnya di depan penyedia jasa alat diving Rubiah Tirta untuk meminta pertolongan kepada orang lain," ujarnya. 

Korban kemudian diberikan pertolongan pertama oleh warga negara asing lainnya yang kebetulan seorang dokter sambil menunggu Ambulans untuk dibawa ke Puskesmas Iboih.

"Setelah sampainya Ambulance dari Puskesmas Iboih, korban dimasukkan ke Ambulnace tersebut untuk dibawa ke Puskesmas, akan tetapi pada saat diperjalanan korban telah meninggal dunia karena kehabisan darah akibat luka yang dialami dari terkena baling-baling boat," kata Agus. 

Kini pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap Muchtar dan sejumlah saksi lainya, kemudian mendata korban serta berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Sabang.

Menurut Agus, korban mengalami luka robek yang dalam di bagian kiri badan tepatnya di dekat lengan kiri yang mengakibatkan korban mengeluarkan darah. "Luka robek yang diderita kemungkinan besar diakibatkan oleh baling-baling boat yang dibawa oleh saudara Muchtar," kata Agus. 

Korban bernomor Passport : PAJ251843 itu direncanakan malam nanti akan  dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh guna proses pemulangan ke negaranya. 

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00