• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Pimpinan MPR Jadi 10, Butuh Lebih Dari Rp 1 Triliun Per Tahun?

23 August
01:48 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Penambahan kuota kursi pimpinan MPR RI diniloai sangat memberatkan keuangan negara. Sebab untuk satu pimpinan saja, butuh anggaran hingga lebih dari seratus miliar tiap tahunnya. Artinya, jika pimpinan MPR ada 10 orang, maka bukan tidak mungkin anggarannya bisa mencapai lebih dari Rp 1 triliun per tahunnya.

Peneliti Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Gurnardi Ridwan mengatakan, berdasarkan hitung-hitungan secara kasar saat adanya wacana pimpinan MPR RI pada tahun 2018 lalu. Butuh dana segar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak Rp 115 miliar hanya untuk satu pimpinan MPR RI.

"Anggaplah kemarin ketika di 2018, ada pengajuan untuk penambahan kursi pimpinan MPR waktu itu 8. Kalau kita lihat, dihitung-hitung secara kasar waktu itu Kementerian Keuangan itu merilis bisa mencapai Rp 115 miliar per tahun untuk satu orang. Jadi kalau misalkan nanti ada 8 atau 10, tinggal dikalikan saja begitu, Rp. 115 miliar dikalikan," ungkapnya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Kamis (22/8/2019).

Jika benar sejumlah itu, maka menurut Gurnardi Ridwan, anggaran itu terlampau besar. Sementara masih banyak program pemerintahan Joko Widodo yang masih butuh perhatian khusus yang tentunya juga butuh anggaran yang tidak sedikit. 

"Satunya kita tahu sendiri banyak juga mendorong bagaimana peningkatan sumber daya manusia dan juga infrastruktur, dan juga isu pemindahan Ibukota. Dari sisi ekonomi makro juga bagaimana kondisi perdagangan, kondisi ekonomi saat ini juga masih melihat perang dagang di internasional," ujarnya.

Perlu diketahui, mengacu pada Pasal 427 C Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), pimpinan MPR hasil Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2019 kembali ke formasi satu ketua dan empat wakil. Pemilihannya pun melalui sistem paket yang terdiri atas unsur fraksi dan kelompok DPD RI.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00