• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pengamat: Pembatasan Internet di Papua Jangan Sampai Timbulkan Kekecewaan Baru

22 August
22:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diminta untuk hanya membatasi akses aplikasi berbagi pesan, WhatsApp Provinsi  Papua dan Papua Barat. Tidak serta-merta membatasi seluruh akses internet disana. Sebab jika tidak, bukan tidak mungkin akan timbul kekecewaan baru.

Pengamat Media Sosial, Ismail Fahmi mengatakan, pemeritah harus mempertimbangkan dampak dari kebijakan membatasi akses internet di Papua dan Papua Barat. Sekalipun pembatasan itu bertujuan untuk meminimalisir informasi hoaks yang bisa memperkeruh suasana keamanan disana.

"Harus diperhatikan adalah ada ga dampak dari ketidakpuasan yang baru di masyarakat gara-gara ditutupnya ini," katanya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Kamis (22/8/2019).

Pasalnya menurut dia, masyarakat Papua dan Papua Barat sudah banyak yang tergantung dengan internet. Maka dari itu, dia hanya setuju jika pembatasan akses hanya dilakukan di aplikasi WhatsApp.

"Ketika terjadi kerusuhan seperti di Jakarta, saya sepakat itu ada pembatasan. Karena memang informasi yang dari luar akan masuk ke dalam lapangan dengan sangat masif dan susah pada saat yang pendek itu diklarifikasi," imbuhnya.

Itupun pembatasan hanya dilakukan pada saat terjadinya konsentrasi massa yang banyak di suatu titik disana.

"Dan ketika terjadi kerusuhan di Papua, hal itu bisa dilakukan juga, terbatas di WhatsApp saya kira. Karena WhatsApp itu paling mudah menyebar, tapi begitu kerusuhan selesai, harus segera dibuka. Jangan sampai timbul kekecewaan yang baru," pungkasnya. (Foto: Ant)

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00