• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Gubernur Lemhannas Ingatkan Pentingnya Perspektif Karya Dharma Bakti

22 August
21:14 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Para peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan 59 Tahun 2019 kini sah meninggalkan predikat peserta dan menggantikannya dengan predikat Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Sejak tujuh bulan lalu, tepatnya 22 januari 2019, para alumni PPRA 59 telah menjalani proses belajar yang intens, mendalam dan juga melelahkan. Rangkaian proses panjang tersebut, tidak lain adalah untuk memantapkan wawasan pengetahuan para alumni melalui pemahaman empat konsensus dasar bangsa, yaitu: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika serta doktrin operasional wawasan nusantara, ketahanan nasional dan kepemimpinan serta bidang studi lainnya. 

Hal ini diberikan dengan tujuan untuk menambah wawasan pengetahuan agar dalam menjalankan tugasnya yang bermuara pada pembuatan dan implementasi kebijakan publik dalam rangka implementasi konsensus dasar bangsa, para alumni sebagai pemimpin nasional tingkat strategis dapat berjalan dengan baik.

"Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para alumni PPRA 59 yang telah menunjukkan dedikasi, kesabaran, kesungguhan, ketekunan, kekompakan dan komitmennya selama pendidikan berlangsung hingga berakhirnya rangkaian pendidikan pada pagi hari ini," tutur Gubernur Lemhannas Letjend TNI (Purn) Agus Widjojo, dalam Upacara Penutupan Program Pendidikan Reguler Angkatan 59, di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Sebagai puncak kegiatan, menurut Agus Widjojo, para alumni telah menyumbangkan pemikirannya melalui seminar dengan judul “Upaya Peningkatan Modal Manusia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Guna Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan". 

Melalui seminar tersebut para alumni PPRA 59 telah merumuskan konsepsi pemikirannya terkait peningkatan modal manusia dalam menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0. Agus berharap, hasil seminar tersebut dapat memberikan sumbangsih pemikiran kepada pengambil keputusan dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan bekal wawasan yang telah diberikan selama tujuh bulan, Lemhannas RI menaruh harapan besar kepada seluruh alumni PPRA 59 untuk mampu mengimplementasikan seluruh ilmu, pengetahuan dan wawasan yang diperoleh selama pendidikan melalui pemahaman dan cara berpikir komprehensif, integral, holistik dan sistemik sebagaimana para alumni pelajari selama pendidikan. 

"Bekal ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan berbagai kebijakan sesuai dengan penugasan di lingkungan kerja masing-masing. Tidak boleh dilupakan bahwa proses pendidikan merupakan tahap investasi perseorangan dan institusional guna meningkatkan kualitas pengabdian para alumni dalam institusi yang telah memberikan tugas belajar," kata Agus Widjojo.

Selanjutnya, hal penting untuk diubah perspektifnya adalah, bahwa Karya Dharma Bakti sesungguhnya menjadi konkret ketika para alumni bertugas di lapangan dalam jabatan masing-masing. Bukan tanpa maksud, kata dia, di negara barat, wisuda disebut sebagai “commencement day” yang berarti Awal Dharma Bakti.

Dibandingkan nomenklatur “wisuda” yang sering dimaknai sebagai akhir masa pendidikan. Titik berat dari marwah nomenklatur “commencement” adalah berorientasi ke masa depan dalam dharma bakti yang sudah efektif secara operasional, dimana proses pendidikan adalah masa investasi sebagai persiapan dharma bakti.

"Saya sampaikan di sini, semakin tinggi nilai prestasi belajar anda, semakin besar harapan negara terhadap pengembalian dharma bakti anda," tegasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00