• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kejati Jateng Selamatkan Aset Negara Rp 24 Triliun

22 August
21:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Perjuangan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng dalam menyelamatkan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng senilai Rp, 24 triliun lebih, berupa lahan Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) seluas lebih 248 hektare membuahkan hasil.

Torehan prestasi tersebut menuai apresiasi dan penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo.

Kajati Jateng, Yunan Harjaka mengatakan, membutuhkan bertahun - tahun dalam menyelamatkan aset yang dipersengketakan  oleh PT Indo Perkasa Usahatama (IPU) tersebut. 

"Usaha dari Tim dari Kejaksaan sangat luar biasa. Dimana putusan tingkat pertama kami kalah, putusan tingkat banding kalah, hingga putusan tingkat kasasi kami kalah," jelas Kajati Jateng Yunan Harjaka usai menyerahkan langsung 8 bidang sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) PRPP kepada kepada Gubernur Jateng di kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Kota Semarang,  Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, kemenangan Pemprov Jateng atas PT IPU, terhitung sejak diputus majelis hakim di tingkat Peninjauan Kembali (PK). Setelah dimenangkan pihaknya meminta kepada Kantor Pertanahan Provinsi Jawa Tengah agar dibuatkan sertifikat HPL. 

"Kami berharap setelah diterbikan HPL, lahan yang saat ini dikuasi Pemprov Jateng dapat dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Diharapkan kedepan, dapat  membawa kebaikan masyarakat dan pembangunan di Jawa Tengah.

Sementara itu, Asisten Perdata dan tata Usaha Negara (Asdatun) Asnawi didampingi Pengacara negara Kejati Jateng, Tati Vain Sitanggang menambahkan gugatan yang diajukan tersebut adalah gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Hal ini dikarenakan tanah Hak Guna Bangunan (HGB) PT IPU di atas HPL Pemprov Jateng disalahgunakan pemanfaatan tidak sesuai dengan Surat Keputusan Kementrian Dalam Negeri arau SK Kemendagri

"HGB PT IPU diatas HPL Pemprov Jateng pemanfaatannya untuk pusat rekreasi dan promosi. Namun faktanya tanah-tanah tersebut telah dibikin menjadi perkantoran, perumahan, dan pusat bisni bahkan diperjual belikan," tuturnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00