• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Dirut RRI : Sinergi Pemerintah Dan LPP Perkuat Mitigasi Bencana

22 August
19:55 2019
1 Votes (4)

KBRN, Magetan : Sebagaiman wilayah lain di Indonesia Kabupaten Magetan-Jawa Timur  memiliki potensi wisata alam yang unggul, namun disisi lain juga memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi, seperti tanah longsor mengingat sebagian topografi wilayahnya adalah pegunungan, dan juga bencana banjir karena dilalui sungai yang bermuara ke Bengawan Madiun anak sungai bengawan Solo, ataupun  bencana non-alam seperti kebakaran.

Diperlukan upaya bersama mengembalikan budaya masyarakat sadar bencana. Sebagaimana yang terungkap dalam dialog Nasional bertajuk  “Peran Radio Siaran LPP RRI Dan LPP Lokal dalam Mitigasi Bencana” di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Kamis 22 Agustus 2019, yang menghadirkan sejumlah narasumber dan dihadiri segenap stake holder yang terlibat dalam kebencanaan seperti Tagana, BPBD, Pramuka Brigade Penolong, PMI, ORARI, RAPI, Mahaiswa dan sejumlah pihak terkait.

Bupati Magetan, Dr. Drs. H. Suprawoto, S.H, M.Si pembicara dalam talkshow mengatakan bahwa radio adalah media yang paling bisa dijangkau oleh masyarakat saat terjadi bencana.

“BTS Mobile perlu waktu 2 hari baru (agak) normal, pertama yang bisa  menjangkau pada waktu itu ya radio” ungkapnya. (Kamis, 22/8/2019)

Sejalan dengan upaya pemerintah daerah Kabupaten Magetan, Direktur utama LPP RRI, M. Rohanudin menyatakan bahwa RRI telah menyiapkan Program bertajuk “Kentongan” berfilosofi pada budaya masyarakat yang menjadikan kentongan sebagai Early Warning System (EWS) saat terjadi bencana. RRI hadir menjadi penyebar informasi yang meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana.

“Sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat agar memahami bagaimana mereka siap siaga sebagai masyarakat secara individual maupun secara kelompok, maka itu dimana ada RRI itu bisa dimanfaatkan yang sebaik-baiknya.” jelasnya.

Turut hadir pula menjadi pembicara Guru besar bidang kajian media UNAIR Surabaya, Prof. Dr. Racmah Ida, M. Comms, Ph.D. Rachmah Ida juga tergabung dalam tim peneliti nasional World Class University menilai bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media massa masih lebih tinggi daripada media sosial. Hal ini dikarenakan media massa masih memperhatikan prinsip dan kode etik jurnalistik.

“Dalam media massa itu prinsip kebenaran, reliabilitas dan sebagainya masih harus dipenuhi sehingga informasi yang disampaikan bisa berguna bagi masyarakat.”, tandasnya.

Pembicara selanjutnya yakni Ketua asosiasi LPPL Jawa Timur, Ahmad Eko Basuki, Sp. M. Agr menyerukan rasa optimismenya bahwa radio masih menjadi panduan utama yang mampu mereduksi informasi hoax khususnnya terkait kebencanaan.

 “Sampai hari ini sikap dalam menghadapi masyarakat masih tergantung dari informasi yang disampaikan oleh media.” Ungkapnya;

Talkshow yang diinisaisi LPP RRI dan Pemerintah Kabupaten Magetan tersebut disiarkan langsung di PRO 3 RRI, RRI NET dan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta beberapa LPPL di Kalimantan dan Sumatera. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00