• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Butuh Rp28 M Untuk Pilkada Kabupaten Bima

22 August
11:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bima : Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serentak Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tahun 2020, direncanakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp28 milyar. Komunikasi untuk memuluskan pengajuan anggaran yang akan dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) itu, terus dilakukan KPU Kabupaten Bima. 

Dokumen perencanaan sebagai acuan untuk penerbitan  NPHD, sudah dikirimkan ke Pemerintah Kabupaten Bima.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat, Ady Supriyadin mengatakan, selain mengiriman dokumen perencanaan penganggaran, komunikasi dengan Bupati dan Bappeda serta DPRD, juga terus dilakukan. 

Ady menyadari bahwa saat ini hampir seluruh Kabupaten/kota di NTB, sedang mengalami devisit anggaran. Namun karena penyelenggaran Pilkada 2020 adalah yang paling penting, maka Pemerintah Daerah harus bisa mengupayakan.

“Meski NPHD ditanda tandatani sekaligus, namun mekanisme pencairannya bisa dilakukan tiga tahap. Tahap pertama pada APBD Perubahan 2019 dan tahap kedua, pada APBD tahun 2020,” katanya, Kamis (22/8/2019). 

Untuk tahap pertama ini, kebutuhan anggaran KPU Kabupaten Bima hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp700 juta. Anggaran ini untuk pembiayaan tahapan awal, sebab September akhir mendatang, tahapan Pilkada sudah dimulai sesuai dengan PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan program dan jadwal Pilkada 2020.

Ditegaskan, dalam mekanisme pencairan anggaran Pilkada, sesuai dengan Permendagri yakni 40 persen ditahap awal, 50 persen di tahap kedua dan 10 persen di tahap ketiga. 

Dari Komunikasi yang dibangun dengan Pemerintah Kabupaten Bima, anggaran sebesar Rp28 milyar itu, hanya informasinya hanya mampu dipenuhi sebesar Rp25 milyar.

“Itu bisa saja asal tidak mengganggu alokasi anggaran yang pokok. Sebab pengadaan kertas suara, pengadaan sarana penunjang penting, tidak bisa diganggugugat,” tambahnya.

Ady berharap, Pemkab Bima memberi dukungan penuh atas upaya KPU Kabupaten Bima, terutama dalam hal penganggaran. Sebab, pelaksanaan Pilkada berkuakitas tergantung sungguh dukungan anggaran.

Anggaran yang diajukan KPU ini tidak include dengan anggaran untuk pengamanan dan anggaran untuk pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. Kedua institusi ini, secara terpisah akan mengajukan anggaran tersendiri, sehingga tidak akan mengganggu anggaran yang sudah disusun oleh KPU.

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI / KBRN wilayah Bima, Dompu dan Kota Bima, NTB.// WA:0813-5362-5075// email:mujtahidin@rri.co.id.// didin74dompu@gmail.com// twitter//: @didin_rri// Telegram : @didin_rri_Mataram.//

  • Tentang Editor

    Waddi Armi

    Redaktur Puspem 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00