• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Sempat Kabur, Jaksa Satriawan Sulaksana Ditahan Penyidik KPK

22 August
09:28 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Setelah sempat buron selama beberapa hari, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Satriawan Sulaksana. Sebelumnya Satriawan diserahkan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia ke Gedung KPK Merah Putih Jakarta.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta membenarkan terkait penahanan Satriawan. Penahanan dilakukan usai dilakukan pemeriksaan terhadap Satriawan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap atau gratifikasi.

“Tersangka SSL (Satriawan Sulaksana) jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta (Solo) ditahan selama 20 hari kedepan di Rutan (Rumah Tahanan) cabang KPK Pomdam Jaya Guntur” kata Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Tersangka Satriawan keluar meninggalkan Gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye dengan tangan diborgol. Saat ditanya wartawan, Satriawan hanya terdiam dan langsung memasuki mobil tahanan KPK. 

Sebelum diserahkan pihak Kejagung kepada KPK, jaksa Satriawan sempat kabur atau melarikan saat dirinya akan ditangkap KPK setelah menggelar kegiatan penindakan di lapangan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

KPK telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka, masing-masing jaksa Eka Safitra dan jaksa Satriawan Sulaksono diduga sebagai pihak penerima suap atau gratifikasi. Sedangkan tersangka Gabriella Yuan Ana diduga sebagai pihak pemberi suap atau penyuap.

Kasus gratifikasi ini terkait dengan lelang pekerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo, Kota Yogyakarta dengan pagu anggaran mencapai Rp10,89 miliar. Proyek infrastruktur ini dikawal atau didampingi tim TP4D dari Kejari Yogyakarta, salah satu anggotanya  jaksa Eka Safitra.

Jaksa Eka Safitri dan jaksa Satriawan diduga ikut membantu Gabriella Yuan Anna Direktur Utama (Dirut) PT. Manira Arta Rama Mandiri. Tujuannya agar perusahaan tersebut dapat mengikuti proses lelang tender proyek di Dinas PUPKP.

KPK meyakini jaksa Eka dan Satriawan diduga mendapat “commitment fee” sebesar Rp100,870 juta pada 15 Juni 2019 dan Rp110,870 juta pada 19 Agustus 2019.






















tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00