• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Operasi Antik Tangkap 12 Pelaku, Peredaran Narkoba Dikendalikan Jaringan Lapas Semarang

22 August
09:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Klaten : Selama  berlangsungnya Operasi Anti Narkotika (Antik) yang  dilaksanakan serentak di wilayah  Polda Jawa Tengah berhasil meringkus belasan pengedar barang haram itu. Sebanyak sembilan  kasus  narkoba dan 12 orang  tersangka  berhasil dibongkar Satuan Narkoba Polres Klaten selama  berlangsungnya  operasi Mulai 1- 20 Agustus 2019.

"Dari  12 tersangka tersebut dapat  diungkap  satu  jaringan yang  menjadi  pengedar  narkoba  jenis sabu dan  ekstasi dilwilayah Kabupaten Klaten ini. Ini  menarik  ternyata dalam  keseharian  yang  kita  temui  atau  ungkap  jenis  sabu, namun  kita  temukan juga peredaran narkotika jenis ekstasi," ungkap Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi kepada wartawan dalam  gelar kasus narkoba hari  ini (21/8/2019) di Mapolres Klaten. 

Dengan  adanya  peredaran ekstasi  tersebut  menjadikan jajaran Kepolisian Polres Klaten untuk  lebih  serius untuk  melakukan pengamanan peredaran  gelap  narkoba. Selain  itu barang  bukti  yang  berhasil  diungkap  dalam  operator selama  20 hari  tersebut  juga  cukup  besar  yakni  untuk  Jenis sabu  sekitar  satu  ons  dan ekstasi  ada 35 butir. 

"Barang  bukti  yang  kita  ungkap  cukup  besar  untuk  Jenine sabu  kurang  lebih  satu  ons  dan  jenis ekstasi  sebanyak 35 butir. Dari  pengakuan tersangka sabu dan  ekstasi itu  diedarkan  diwilayah Klaten dan  sekitarnya  Jogja Solo," imbuhnya. 

Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk  dapat membantu kepolisian dalam  turut  memberantas peredaran gelap narkoba diwilayah Kabupaten Klaten. Harapannya Klaten terbebas dari  adanya peredaran gelap narkoba. 

Sementara Kasat Narkoba Polres Klaten AKP Munawar kepada wartawan menjelaskan ada dari  mereka  yang  merupakan pemain  lama karena  dulu  pernah  mendekam dipenjara dalam  kasus  yang  sama. Salah  satu  dari  mereka merupakan jaringan narkoba yang  dilaksanakan dari Lapas Semarang. 

"Dulu  ia  pernah di LP kemudian  keluar dan  melakukan aktvitas kembali dengan  jumlah yang  besar. Seperti  inek yang  kita amankan 35 butir  itu tadinya  mereka mengambil 100 butir, termasuk sabu  jumlahnya  besar informasinya lima  ons. Mereka  yang  kita  ungkap  Mengambilny diesalah satu  tersangka  berinisial A. Pengendalinya dari Lapas Semarang",tandasnya 

Mereka diancam dengan  hukuman minimal empat  tahun dan  maksimal 20 tahun  penjara.

Salah satu  tersangka A ketika  dikonfirmasi wartawan mengaku melakukan penjualan narkoba baru tiga bulan. Barang -barang  tersebut  didapat  dari  temannya Di LP Semarang.

"Mendapatkan keuntungan satu  juta  per gramnya untuk sabu, kalau  inex perbutir Rp. 200.000," kata  tersangka yang  juga tukang  makelar motor  tersebut.  Adam

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00