• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Tragis, Mahasiswi ini Tewas Gantung Diri Jelang Hari Pernikahan, Begini Kata Tetangga Korban

22 August
01:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Warga Desa Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dikejutkan dengan penemuan seorang mahasiswi yang tewas gantung diri di rumah kos-kosan yang berada di Lorong Tgk. Diteupin, Dusun Puklat, Desa Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (21/8/2019). 

Mahasiswi tersebut bernama Lia Yulrifa (25) warga Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Korban ditemukan oleh teman kosnya bernama Putri Eliza (19) pada pukul 13.00 WIB dalam keadaan tidak bernyawa. 

Menurut penuturan tetangga korban yang tidak ingin disebut namanya, korban diperkirakan meninggal pada malam hari. 

"Tidak ada tanda-tanda mencurigakan atau seperti keributan atau berteriak di rumah kos korban. Yang kami tau korban sendirian di rumah, karena teman kosnya yang merupakan sepupu korban sedang menginap di asrama kampus," katanya. 

Korban dalam keseharian dikenal memiliki kepribadian tertutup dengan tetangga. "Jarang sapa, kecuali sama anak-anak kecil, tapi kalau sepupunya sering datang ke rumah kami," ujarnya. 

"Korban kalau pulang ke rumah langsung masuk, dan jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar, kami juga tidak tau permasalahan korban apa. Ya jelas terkejut, soalnya ini baru pertama kali terjadi di desa kami," tuturnya. 

Sementara itu, pemilik kos, Mukhtar (69) juga tidak menyangka jika penghuni kosnya harus tewas dengan cara yang tidak wajar. Mukhtar juga tidak terlalu mengenali korban. 

"Jadi korban tinggal bersama tiga orang temannya, mereka tinggal satu kos. Namun dua orang temannya sudah pulang kampung, jadi tinggal berdua," kata Mukhtar. 

Menurutnya korban baru menempati kosnya itu sekitar satu tahun yang lalu. "Jadi duluan kawan-kawannya yang masuk ke kos, belakangan baru korban sewa kos," ujarnya. 

Mukhtar yang merupakan warga Lingke itu menyatakan, rumah kos yang disewakannya itu khusus perempuan. 

Sementara itu, Camat Krueng Barona Jaya, Aceh Besar Salamudin menyebutkan, ada sepucuk surat yang ditemukan di dalam kamar korban. 

Surat tersebut diduga ditulis oleh korban yang isinya adalah permintaan maaf kepada orang tua dan keluarga serta seorang pria bernama Hendra yang diduga adalah calon suami korban.

"Benar ditemukan surat dekat jendela, tapi apa benar surat tersebut ditulis oleh korban, kita belum bisa pastikan karena sudah ditangani oleh pihak berwajib," kata Dia. 

"Dan korban menurut Kepala Dusun dan Keuchik tidak melapor ke desa,  karena saat kontrakan mungkin langsung dengan pemilik rumah sepertinya begitu," tambah Salamudin. 

Saat ini lokasi rumah kos-kosan itu telah dipasang garis polisi. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Diduga korban tewas dengan cara gantung diri. 

Kapolsek Krueng Barona Jaya Iptu M. Hasan mengatakan, korban awalnya ditemukan oleh seorang saksi bernama Putri Eliza (19). Menurut keterangan saksi, Putri Eliza, korban akan menikah pada tanggal 23 Agustus 2019. 

"Saksi mendatangi rumah korban untuk mencuci pakaian. Selanjutnya Saksi membuka pintu rumah yang dalam keadaan terkunci dan langsung melihat korban dalam keadaan tergantung di kosen kamar korban," kata M. Hasan dalam keterangan. 

"Kemudian, saksi memberitahukan kepada tetangga korban dan dilanjutkan ke perangkat Gampong, kemudian informasi tersebut disampaikan ke Polsek setempat."

"Belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Saat ini korban telah dibawa ke RSUD ZA Banda Aceh untuk divisum," pungkas Kapolsek. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00