• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menko Luhut: Investasi Indonesia dan Afrika, Jangan Sampai Mengulang Pengalaman Pahit

22 August
00:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Forum Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 di Nusa Dua, Bali telah berakhir pada Rabu (21/8/2019), Menteri Luar Retno Marsudi, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan serta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengadakan pernyataan pers bersama.

Menurut Menko Luhut, forum ini adalah implementasi dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika yang diselenggarakan pada tahun 1955.

“Saya bisa merasakannya dimana negara-negara Afrika ini sangat menunggu kita untuk membuka hubungan dan kemarin pun Presiden menegaskan bahwa kita adalah saudara," katanya, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Menurut Menko Luhut selama ini negara-negara yang mempunyai kapital besar tidak memiliki latar belakang yang sama dengan mereka, lain dengan Indonesia yang pernah mengalami menjadi negara miskin sehingga kita bisa menyelesaikan masalah bersama-sama dengan lebih realistis dan melakukan pendekatan dengan hati, karena kita punya masalah yang sama.

“Saya katakan pada mereka kita tidak datang hanya ngambil, ngambil, ngambil lalu ekspor. Kami ingin juga ada nilai tambah. Pengalaman pahit, seperti  bagaimana orang datang investasi ke Indonesia hanya untuk mengambil saja, tidak pernah ada _added value _ dan itu yang kita alami berpuluh-puluh tahun di indonesia. Karena itulah kita berbagi pengalaman pahit ini kepada mereka agar tidak terulang lagi dan tentu kita juga berbagi pengalaman baik kita," ujarnya.

Menko Luhut mengatakan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini pemerintah ingin semua mempunyai nilai tambah. “Banyak investasi ke Indonesia itu hanya ambil hasil raw material  lalu diekspor balik. Di zaman Presiden Joko Widodo itu, kita mulai itu dengan nilai tambah. Contoh seperti nikel, sekarang itu supply exchange sudah jalan di Morowali dari mulai nikel, stainless steel, carbon steel, katoda hingga baterai litium dan itu nilai nya sudah lebih dari sepuluh kali dan itu punya nilai, sehingga pada tahun depan yaitu 2021 itu akan jadi pengekspor stainless steel terbesar di dunia," jelasnya.

Dalam pernyataan bersama tersebut Menko Luhut juga menyinggung Jepang-Africa Forum, ia mengatakan sedang menimbang untuk meminta kepada Jepang agar Indonesia juga bisa masuk lewat forum tersebut.

“Jadi pola seperti ini membuat mereka semua menjadi senang dan permintaan dari mereka tadi pertahanan misalnya, kelima negara tadi yang saya ketemu mereka semua ingin kerjasama, misalnya pembelian baju-baju seragam militer. Saya sampaikan kami juga menawarkan seragam militer ke NATO, kami punya soft rifle bagus. Kemudian, kapal juga kami punya PT. PAL, serta industri pesawat terbang," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00