• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kekeringan, Warga Sampiran Serbu Dua Tangki Air Bersih Bantuan RRI Cirebon  

21 August
18:16 2019
0 Votes (0)

KBRN Cirebon : Bantuan air bersih dari RRI Cirebon sebanyak dua mobil tangki langsung diserbu warga masyarakat Desa Sampiran Kecamatan Talun yang sudah lama menunggu.

Mereka berduyun-duyun datang ke lokasi pembagian air dengan membawa ember, dirigen bahkan dandang dan panci untuk menampung air bersih.

Raut wajah suka cita dan celoteh warga pun menyiratkan, bahwa mereka sangat membutuhkan air bersih di musim kemarau yang cukup kering dan panas ini.

"Dari mulai bulan puasa sampai sekarang kami sangat kekurangan air.  Jadi adanya bantuan dari RRI Cirebon ini sangat membantu,” tutur Suriti, warga Sampiran, saat mengantre mendapatkan air bersih dengan membawa sejumlah dirigen.

Pada hari Rabu (21/8/2019), RRI Cirebon sengaja mengunjungi lokasi rawan air bersih Desa Sampiran Kecamatan Talun, untuk memberikan bantuan air bersih sebanyak dua mobil tangki, dalam rangka Hari Radio ke 74 Tahun 2019.

“RRI Cirebon didukung PDAM dan BPBD Kabupaten Cirebon, dalam menyambut hari Radio ke 74 tahun 2019 mengadakan bakti sosial dengan memberikan bantuan air bersih ke warga daerah rawan air. Semoga bermanfaat,” ungkap Plh Kepsta RRI Cirebon Heny Budi Rahaju.

Sementara dari penuturan sejumlah warga desa Sampiran, ketika tidak ada bantuan atau droping air bersih, maka setiap hari terpaksa harus membeli air bersih dengan harga Rp 500 per ember. Rata -rata biaya yang dikeluarkan warga untuk pembelian air bersih antara Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per hari. 

Kepala Desa atau Kuwu Sampiran, Maman, mengatakan masyarakat sangat membutuhkan air bersih karena daerahnya merupakan tanah bebatuan. Menurutnya, untuk mendaptkan air sumur bor harus dilakukan dengan mengebor kedalaman hingga 80 meter menggunakan geolistik baru mendapatkan air  bersih.

"Pengeboran harus digeolistik dulu sedangkan kedalaman dirata-rata 80 meter baru dapat air bersih. Sementara daerah kami merupakan tanah bebatuan sehingga  saat melakukan pengeboran terkendala pada kondisi kedalaman yang keras dan bisa merusak alat bor," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00