• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Selangkah lagi, Berkas Perkara "Bupati Biadab" P-21

21 August
13:40 2019
1 Votes (2)

KBRN, Takengon : Perkara dugaan pencemaran nama baik Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar oleh pria berinisial SM terus bergulir. Polisi juga telah melengkapi petunjuk Jaksa, dan tinggal tunggu konfirmasi selanjutnya.

Jika dinyatakan lengkap atau P-21, maka perkara itu akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Tengah untuk dilakukan penuntutan.

“Sudah kami lengkapi petunjuk Jaksa kemarin, ini tinggal tunggu konfirmasi ulang,” kata Kapolres Aceh Tengah melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra kepada RRI, Rabu (21/8).

Dikatakan, kasus ini diperkira akan memasuki tahap dua berupa pelimpahan berkas dan barang bukti pada akhir bulan ini. Petugas kata Iptu Agus, juga menaruh perhatian serius dalam penanganan perkara ini lantaran menyedot perhatian publik.

Tersangka katanya, tidak ditahan karena ancaman hukuman dibawah lima tahun. Begitupun, tersangka diwajibkan melapor Senin dan Kamis.

Pertengahan Juli 2019, Pemerintah Aceh Tengah melalui Kabag Hukum melaporkan pria berinisial SM ke polisi pasca postingannya diduga mencemarkan nama baik Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar. Akibat perbuatannya, SM disangkakan melanggar UU ITE pasal 27 ayat (3) dengan ancaman pidana empat tahun penjara.

SM menulis status bernuasa pencemaran nama baik di akun facebook miliknya. Ia menulis Bupati Aceh Tengah terbiadab dalam tender proyek. Dalam status itu Ia diduga kesal akibat kalah tender proyek.

Bupati Shabela bebeapa waktu lalu mengaku, SM kerap mengkritik pemerintah Aceh Tengah dengan nuansa hinaan, sehingga pada kasus dugaan pencemaran nama baik pemerintah kali ini tak dapat ditolerir. Bupati mengambil sikap tegas dengan melapor ke polisi.

Bupati Shabela mengaku tak paham dengan sikap Sm yang memposting perkataan tak senonoh di akun facebooknya. Ia menduga, postingan SM akibat kalah tender proyek. Padahal katanya, mekanisme tender proyek telah diatur oleh panitia yang bersifat independen  dan tak dapat diintervensi oleh pihak manapun, termasuk bupati. 

Shabela juga mengaku tidak pernah mencampuri persoalan tender proyek yang selama ini terbuka untuk umum. 

“Kalau saya campuri, gak mungkin lah hak-hak Bupati, Wakil Bupati pun untuk orang, ini fakta, paling yang PL-PL bisa lah,” katanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00