• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Pemindahan Ibukota Negara Masuk RPJMN 2020-2024 Konreg Kalimantan

21 August
11:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Balikpapan : Rencana Pulau Kalimantan dijadikan sebagai Ibukota Negara Indonesia akhirnya masuk dalam pembahasan pada kegiatan Konsultasi Regional dalam rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang berlangsung di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (21/8/2019).

Disela acara, Staf Ahli Menteri Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Kementrian Bappenas Oktorialdi menyatakan untuk Kalimantan, akan digali permasalahan yang menghambat pertumbuhan dan investasi, pengembangan antar wilayah guna mengurangi kesenjangan, pengembangan infrastruktur yang mendukung ekonomi dan pelayanan dasar serta tentang pemindahan ibukota negara sendiri.

Sebab, pemindahan ibukota negara merupakan proyek besar dari bagian RPJMN 2020-2024.

"Kan biaya pemindahan ibukota ini tidak hanya dari APBN tapi banyak dari yang lain-lain, tapi saya sangat mendukung kalau ibukota pindah ke Kalimantan karena wilayah ini strategis dan kita misalnya kalau ke Papua gak butuh waktu lama tapi kalo dari Jakarta itu jauh seperti mau ke luar negeri perjalan ke Papua itu"kata Okto.

Dirinya juga menjelaskan hingga 5 tahun ke depan, pembangunan di Indonesia akan mengutamakan pembangunan manusia dan infrastruktur. Karena itu ia berharap pembangunan infrastruktur di Kalimantan harus diutamakan.

Diketahui potensi sumber daya alam di Kalimantan sangat besar. Namun potensi itu tidak mensejahterakan rakyat disekitarnya. Bahkan, potensi ini diikuti oleh sejumlah persoalan, seperti masalah lingkungan.

Karena itu rapat konsultasi regional membahas tujuh agenda pembangunan, yaitu memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00