• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Muktamar V PKB, Kader Asal Papua Angkat Tinggi Bendera Merah Putih

21 August
11:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengangkat tema kuat "Melayani Ibu Pertiwi" dan dibuka langsung oleh Presiden  Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

Seluruh kader PKB yang hadir nampak sangat bersemangat menyanyikan mars partai saat berlangsungnya acara pembukaan. Namun satu yang menarik perhatian adalah, dari sekian banyak undangan yang hadir, nampak seorang kader asal Papua yang sangat antusias mengibarkan Bendera Merah Putih sambil menyanyikan mars PKB bersama rekan-rekan lainnya.

Berdasarkan pemberitaan dua hari belakangan ini, Papua dan Papua Barat baru saja dilanda gelombang kerusuhan yang diduga kuat terpicu akibat ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menyebarkan segala materi provokasi baik lewat media sosial maupun dalam keramaian massa.

Aksi kader PKB asal Papua yang tertangkap utuh juru kamera Antara, Fikri Yusuf tersebut menjadi angin sejuk perdamaian bagi seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Papua. Bahwa seluruh kekacauan bukanlah pilihan rakyat Indonesia, khususnya Papua, melainkan akibat ulah segelintir oknum yang memprovokasi.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2019 yang berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (20/8/2019).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi memaparkan hal yang akan menjadi fokus pemerintahannya ke depan, yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Satu, kami sudah membangun infrastruktur dalam lima tahun belakang ini. Tapi tetap akan terus dilanjutkan lima tahun ke depan. Infrastruktur tetap dilanjutkan. Kemudian, yang kedua, ini yang mungkin tantangannya lebih besar karena kami ingin membangun sumber daya manusia,” kata Presiden dalam pidato pembukaan.

Pembangunan SDM tersebut, menurut Presiden, akan dimulai dari tahapan awal sejak bayi di dalam kandungan, dengan memperhatikan gizi dan nutrisinya. Dengan demikian, diharapkan angka bayi yang mengalami stunting atau kekerdilan bisa terus ditekan.

“Karena 2015 yang lalu angka stunting masih pada angka 38 (persen), tinggi sekali. Meskipun lima tahun ini sudah turun menjadi 30 (persen), tapi juga masih angka yang tinggi. Jangan bermimpi bisa bersaing dengan negara-negara lain, kalau angka stunting ini tidak bisa diperkecil, akan sangat sulit,” jelasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00