• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Jadi Tersangka Dugaan Suap, Jaksa Eka Safitra Nampak Sangat Terpukul

21 August
10:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta Eka Safitra nampak sangat terpukul dan meninggalkan ruangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan raut wajah sangat sedih dengan tangan diborgol, mengenakan rompi oranye, sambil mendekap berkas-berkas pemeriksaan dirinya.

Sepertinya baru kali ini melihat seseorang yang ditetapkan sebagai tersangka nampak begitu terpukul dan sedih menghadapi nasib ke depannya dibalik jeruji besi KPK dalam masa penahanan 20 hari pertama. Sambil menuju ke mobil tahanan KPK, Eka Safitra terus berusaha menghindari jepretan kamera maupun pertanyaan wartawan. Nampak sekali secara psikologis, ia sangat terpukul dan malu.

Eka Safitra resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap oleh KPK setelah tertangkap tangan dan diperiksa 1x24 jam di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019. Mereka adalah, Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Eka Safitra, Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, Satriawan Sulaksono, dan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana.

Dalam operasi tangkap tangan di Solo dan Yogyakarta tersebut, KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya uang tunai senilai Rp110.870.000. 

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menjelaskan, malam ini pihaknya telah menahan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasus itu diduga merupakan gratifikasi yang menjerat sejumlah oknum jaksa dan seorang pengusaha atau pihak swasta.

Menurut Febri, kasus ini diduga terkait proses lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta. Seharusnya proyek itu mendapatkan pengawalan atau pengawasan dari Tim TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta, namun salah satu jaksanya kini justru ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelum dilakukan penahanan, kedua tersangka itu sempat menjalani proses pemeriksaan yang dilakukan penyidiik KPK selama 1 X 24 jam. Mereka sebelumnya diberitakan terjaring kegiatan penindakan di lapangan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Surakarta (Solo), Jawa Tengah.

Febri menjelaskan, kedua tersangka yang ditahan itu adalah Eka Safitra seorang jaksa yang bekerja pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta. Sedangkan tersangka lainnya adalah Gabriella Yuan Anna, Direktur Utama (Dirut) PT. Manira Arta Mandiri.

“Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 2 orang tersangka dalam penyidikan kasus suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Tahun Anggaran (TA) 2019,” jelasnya di Jakarta, Selasa (20/8/2019). 

“Tersangka ESF (Eka Saiftra) ditahan di Rutan (Rumah Tahanan) Cabang KPK (C1), sedangkan tersangka GYA (Gabriella Yuan Ana) ditahan di Rutan Cabang KPK (K4)” kata Febri Diansyah 

Dalam kasus ini sebenarnya ada 3 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka, termasuk diantaranya Satriawan Sulaksono seorang jaksa yang bekerja pada Kejari Solo. Namun hingga saat ini yang bersangkutan masih dicari, KPK menghimbau agar dirinya bersikap kooperatif atau segera menyerahkan diri. 

Penyidik KPK meyakini bahwa kasus dugaan gratifikasi berkaitan dengan proses lelang pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo, Kota Yogyakarta. Proyek ini dibiayai dengan pagu anggaran sebesar Rp10,89 miliar. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00