• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

OTT KPK di Yogyakarta Dianggap Bikin Malu DIY

20 August
19:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, merupakan hal yang memalukan bagi Yogyakarta. Legislator asal DIY berharap, tidak ada lagi pejabat PNS DIY terkena OTT.

Anggota DPR RI asal Dapil DIY, Esty Wijayati usai kunjungan kerja di Kepatihan Yogyakarta Selasa siang (20/8/2019) mengatakan, kejadian adanya jaksa dan PNS Yogyakarta tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, merupakan hal yang memalukan bagi Yogyakarta.

Esty menyebut, jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat, sehingga selayaknya untuk dijaga betul-betul.

"Jangan sampai terjadi lagi, kalau sampai ada OTT itu memalukan sampai ada OTT seperti itu semua jabatan kepada kita semua amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya duniawi tapi juga akhirat. Maka kita semua harus bisa menjaga semua kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.dan hindari hal yang bertentangan dengan hukum," harapnya.

Esty Wijayati juga berharap, OTT kali ini pertama dan terakhir bagi Yogyakarta. Kasus tersebut harus dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Jabatan harus didasari niatan tulus mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Apalagi, anggota Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang berfungsi sebagai pengawas seharusnya mengontrol jalannya pekerjaan.

"Kita berharap OTT itu yang terakhir di Jogja gak perlu ada lagi. OTT kemarin menyadarkan kepada semua bahwa tidak sepantasnya pejabat negara ataupun PNS melakukan hal bertentangan dengan hukum. DIY percontohan TP4D kan," ujarnya.

"Ya menjadi evaluasi bagi kita semua, PNS di Jogja kita agar menjaga nama baik Daerah Istimewa Yogyakarta. Itu harus menjadi nawaitu semua PNS, aparat yang ada di Jogja harus teguh menjaga iman dari godaan finansial syetan yang terkutuk yang membuat luluhlantak semuanya," sambungnya.

Esti Wijayati juga berharap, evaluasi dan introspeksi dilakukan secara menyeluruh terhadap semua pihak, agar tidak terjebak pada kasus serupa. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00