• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Petanque Sumut Target 2 Emas di Kejurnas Pra PON

20 August
16:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumatera Utara, mengusung target realistis di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang berlangsung di lapangan Petanque Cenderawasih, Jakarta Barat, mulai 26 hingga 31 Agustus 2019.

Kejurnas kali ini merupakan tahapan Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua, yang rencananya diikuti oleh 27 Provinsi Se Indonesia. Pada PON 2020 di Papua, cabor Petanque resmi dipertandingkan perdana, setelah sebelumnya pada PON 2016 Jawa Barat masih eksibisi.

Pada Pra PON tahun ini, Sumut berkekuatan 10 atlet, terdiri dari 5 putra dan 5 putri. Mereka adalah Puma Reka Tarigan, Andriadi P Simanjuntak, Herry Havosan Nababan, Muhammad Dia, Rudi Irwanto (putra). Kemudian Nosanta Yevi Br Ginting, Yuyun Danaty Manullang, Rohana Seprida Purba, Ayu Mutiara Sari, Cintami Rahmadani Jambak. 

Ketua harian Pengprov FOPI Sumut Ibrahim, pada Pra PON minimal dua medali emas bisa diraih untuk memastikan diri lolos ke PON. Dua emas dinilai sudah cukup untuk meloloskan Sumut ke PON, karena ada 11 nomor yang dipertandingkan. Dikatakan Ibrahim, lolosnya atlet ke PON tidak dinilai dari perolehan medali di tiap nomor, namun dikumulatifkan seluruh perolehan di nomor yang dipertandingkan. Untuk bisa lolos ke PON, minimal Sumut harus peringkat tujuh. 

“Kita targetnya dua emas itu diperkirakan sudah bisa lolos PON. Karena kita ada 27 Provinsi yang akan ikut di Pra PON. Yang lolos itu berdasarkan ranking perolehan medali dari urutan 1 hingga 7 itu lolos PON 2020. Jadi, perolehan medali dari 11 nomor yang dipertandingkan,” jelas Ibrahim, Selasa (20/8/2019).

Ibrahim menerangkan, peluang dua emas ada pada nomor single dan double man, triple mix, dan double mix. Pada nomor itu, Sumut memiliki atlet senior yang bisa diandalkan seperti Nosanta, dan Andriadi Simanjuntak. “Peluang dua emas itu ada di double putra,single putra, triple mix dan double mix. Atlet andalan kita yang di putri Nosanta dan di putra ada Andriadi Simanjuntak. Mereka yang senior saat ini dan kualitas di atas dari teman – temannya,” ujar Ibrahim.

Untuk bisa merebut tiket lolos ke PON tentu tidak mudah. Sumut harus bisa bersaing dengan provinsi lain yang selama ini juga selalu menjadi pesaing di setiap even nasional. Sebut saja DKI Jakarta, Jambi hingga Jawa Tengah bakal menjadi batu sandungan bagi Nosanta dkk. “Saingan itu dari Jambi, DKI Jakarta, Jatim, Jateng, Sulsel, dan Aceh. Pokoknya selalu di kejurnas ranking lima besar daerah itu,” akuinya.

Sebelumnya 10 atlet yang akan berlaga di kejurnas, telah melalui tahapan selekda sejak tahun 2017. Kemudian mengikuti kejurnas pada tahun 2018 dan masuk dalam Program Sumut Emas (PSE) yang dipersiapkan menuju PON.  

“Ajang seleksi waktu 2017 melalui kejurda. Kemudian ikut kejurnas dan dari situ kita ada lima orang yang masuk dalam program Sumut Emas tahun 2018. Sedangkan tahun 2019 ada empat orang masuk Program Sumut Emas. Kemudian selebihnya itu pelatda tahun 2019 ada 5 orang,” ujarnya.

Diakui Ibrahim, kekuatan tim Sumut pada kejurnas kali ini didominasi mahasiswa dan alumni universitas STOK Bina Guna Medan yang sejak dahulu konsisten membina olahraga asal Prancis ini. Ibrahim optimis, mereka bisa memberikan yang terbaik bagi Sumut di kejurnas nanti. “Dari sepuluh atlet ini pada umumya mahasiswa, tapi mahasiswa nya sebagian sudah pada sarjana dan selesai. Hanya ada empat orang yang masih kuliah. Dominasi dari STOK Bina guna ada 8 orang dan 2 orang dari Unimed,” kata Ibrahim.

TRY OUT

Dalam mantapkan persiapan tim, Pengprov FOPI Sumut sebelumnya juga mengutus 10 atletnya menjalani training camp di Selangor, Malaysia sejak 2 Juli hingga 2 Agustus. Ibrahim yang juga pelatih tim Sumut mengaku training camp merupakan ajang try out sebagai evaluasi atlet selama berlatih di daerah. 

“Ada training camp dan try out selama sebulan di Selangor, Malaysia. Kemarin kita training camp di daerah Kuala Selangor, Kecamatan Tanjung Karang. Ada mengikuti kejuaraan yang ada di Malaysia. Kemudian kita juga dilatih oleh pelatih yang kita bayar yaitu head coach Malaysia melatih tim Sumut,” akui Ibrahim.

Selama training camp di Selangor, para atlet juga mendapat pelatihan teknik dari pelatih timnas Petanque Malaysia. Selain mendapat pelatihan, tim Sumut juga mengikuti sejumlah kejuaraan petanque yang ada di Selangor. “Kejuaraan kita kemarin itu double putri ada kejuaraan Selangor Raja Yang dipertuan kuala Selangor. Kita ikut kejuaraan ada lima kali. Double putri ada juara dua, sedangka dan double putra 16 besar saja,” katanya.

Diakui Ibrahim, banyak manfaat yang diperoleh para atlet selama sebulan di Selangor. Dirinya pun menilai perkembangan atlet cukup baik usai kembali ke Medan. Mulai dari teknik bermain hingga mental bertanding anak – anak diuji selama di Malaysia. “evaluasinya ya, karena kita di Sumut minim untuk yang atlet petanque jadi kita tidak bisa try out sehingga sulit. Kemudian mental anak – anak kelemahan sangat mendasar makanya kita buat training ke Malaysia. Makanya, perkembangan anak – anak cukup pesat, baik dari segi teknik bermain kemudian mental bermain mereka sudah banyak dapat pengalaman dan bekal untuk Pra PON,” beber Ibrahim.

Rencananya kontingen petanque Sumut akan berangkat menuju Jakarta pada Sabtu (24/8/2019) mendatang. Namun sebelum berangkat, akan dilaksanakan penglepasan kontingen pada Kamis (22/8) oleh ketua Pengprov FOPI Sumut Hj Liliana Puspasari.

Pada Kejurnas Pra PON petanque 2019, mempertandingkan 11 nomor, meliputi single dan ganda  putra-putri, ganda campuran, triple putra-putri, triple mix, serta shooting putra-putri. Masing-masing provinsi hanya boleh mengirim maksimal 7 putra dan 7 putri, serta 3 pelatih dan seorang ofisial. 

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Hanum Oktavia

    Editor RRI Malang

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00