• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Mitigasi Bencana

Jalankan Program Kentongan : RRI Bukittinggi Tandatangani Kerjasama dengan BPBD, BMKG dan PVMBG

20 August
14:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Menindaklanjuti arahan Dewan Pengawas dan Direksi untuk menyukseskan program Kentongan, RRI Bukittinggi hari ini melakukan perjanjian kerjasama dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada delapan Kabupaten dan Kota di wilayah coverage area, Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, serta Kepala Pos Pantau Gunung Api Marapi Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi.

Kepala Stasiun RRI Bukittinggi, Lina Rossini, menuturkan, para pihak sepakat untuk menjalin kerjasama dalam penyelenggaraan penyebarluasan informasi tentang penanggulangan bencana melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Bukittinggi.

“Bentuk perjanjian kerjasama itu ditindaklanjuti melalui program dialog interaktif edukasi tentang mitigasi bencana berdurasi 60 menit, yang nantinya disiarkan setiap hari Selasa pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, melalui Studio Programa 1 pada frekwensi 94.8 MHz, dengan jadwal pelaksanaan untuk masing-masing pihak kedua, yang kemudian ditetapkan RRI Bukittinggi sebagai pihak pertama,” terangnya, Selasa (20/8/2019).

Menurut Lina Rossini, kerjasama ini bertujuan mengoptimalkan penyampaian informasi publik melalui penyajian siaran yang menarik, sebagai bentuk pelaksanaan tugas para pihak di bidang pelayanan informasi publik, dan peningkatan kesadaran, serta pemahaman tentang penanggulangan bencana kepada masyarakat.

“RRI sebagai media perekat bangsa telah mewujudkan proram siaran yang dapat mengedukasi masyarakat pendengar, dengan memberikan informasi yang benar dan dapat dipercaya, dan kini program kentongan kerjasamanya telah ditandatangani, untuk itu RRI Bukittinggi siap menjalankannya sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ulasnya.

Lina Rossini menambahkan, agar program kentongan ini berjalan dengan sukses, RRI Bukittinggi akan mengirimkan jadwal pada pimpinan atau Kepala Pelaksana BPBD, BMKG, dan PVMBG, secara bergantian sesuai jadwal narasumber hadir di Studio Programa 1, dan diharapkan bisa dikoordinir oleh BPBD, karena banyak instansi atau dinas terkait kebencanaan itu, serta diucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam kerjasama ini.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Payakumbuh, Yufnani Away, dalam sambutannya mewakili BPBD Kabupaten dan Kota lainnya, mengatakan, bahwa BPDB siap menindaklanjuti kerjasama Program Kentongan yang dilaksanakan RRI Bukittinggi ini, dan banyak informasi yang dapat disampaikan pada pendengar tentang kebencanaan.

“Informasi tentang kebencanaan itu tersebut harus selalu diingatkan kepada masyarakat, bagaimana program pemerintah daerah dalam menanggulangi setiap bencana, karena semua daerah memiliki potensi bencana yang berbeda-beda, dapat dapat terjadi kapan saja, untuk itu perlu antisipasi dini melalui sosialisasi, dan seluruhnya akan disampaikan dalam program Kentongan Dialog Interaktif edukasi tentang mitigasi bencana di RRI Bukittinggi, yang jadwal siarannya disesuaikan atau dilaksanakan secara bergantian,” terangnya.

Menurut Yufnani Away, program Kentongan itu akan didukung bersama-sama oleh jajaran BPBD di Kabupaten Kota, termasuk juga BMKG dan PVMBG yang sama-sama merupakan pusat informasi dan memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda-beda, nantinya seluruh instansi terkait ini akan meluangkan waktu mengisi acara yang telah dikerjsamakan dengan RRI Bukittinggi tersebut.

Pada dialog edisi perdana program Kentongan, Kepala Pelaksana BPBD Bukittinggi Ibentaro Samudra, mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki buku Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), yang nantinya dilanjutkan menjadi sebuah Peraturan Daerah (Perda),

“Buku RPB itu berisikan peta dan jenis-jenis bencana yang kapan saja mungkin dapat terjadi, seperti banjir, dan karena Kota Bukittinggi juga berada di daerah ketinggian sebagian bukit dan ngarai, sehingga potensi longsor juga ada, gempa bumi juga patut diwaspadai karena daerah ini berada dalam patahan semangka, serta cuaca ekstrem yang sering menyebabkan tumbangnya pohon pelindung juga perli diantisipasi,” ulasnya.

Menurut Ibentaro Samudra, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan sebelum, saat bencana, dan pasca bencana, diantara kegiatan itu, membentuk Ketahanan Bencana Lingkungan Kelurahan (KBLK) pada 24 Kelurahan yang ada,  kerjasama dengan Perguruan Tinggi terkait sosialisasi bagaimana penanganan bencana, termasuk juga kerjasama dengan sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

“Disamping itu BPBD Bukittinggi juga menjalin kerjasama dengan Kelompok Siaga Bencana (KSB), yang ditindaklanjuti dengan mengadakan praktek lapangan atau simulasi bencana, sehingga jelas bagaimana bentuk tindakan yang dilakukan saat terjadinya suatu bencana,” sebutnya.

Ibentaro Samudra menambahkan, dalam kerjasama program Kentongan dengan RRI Bukittinggi ini, nantinya akan dibahas kembali bagaimana kesiapsiagaan BPBD Bukittinggi dalam mengatasi bencana, sehingga masyarakat pendengar paham apa saja langkah yang dilakukan, penanganan dilokasi, serta upaya lain yang dapat membantu masyarakat apabila terimbas bencana.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00